Bupati Agam Lantik Pengurus IKLA Siak

Al Imran | Minggu, 28-08-2022 | 13:47 WIB | 219 klik | Kab. Agam
<p>Bupati Agam Lantik Pengurus IKLA Siak<p>

Bupati Agam, Andri Warman foto bersama pengurus Ikatan Keluarga Luak Agam (IKLA) di Kabupaten Siak, usai pelantikan di Gedung Tengku Maharatu Siak, Sabtu. (humas)

SIAK (27/8/2022) - Bupati Agam, Andri Warman menilai, selain pemerintah daerah dan masyarakat, perantau juga merupakan pilar penting pembangunan di Kabupaten Agam. Hubungan ketiganya harus tetap harmonis.

"Hubungan harmonis ketiga elemen tersebut, harus terus dijaga khususnya perantau. Pasalnya, peran perantau sangat tinggi terhadap pembangunan," ungkap Andri Warman saat menghadiri pelantikan Ikatan Keluarga Luak Agam (IKLA) Kabupaten Siak, di Gedung Tengku Maharatu Siak, Sabtu.

Di hadapan perantau, dia menyampaikan, program pemerintah daerah yang mengedepankan Program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).


Program-program itu antara lain pembangunan Pondok Alquran dan Rumah Tahfidz di setiap nagari dan jorong, pelestarian dan aktualisasi adat dan budaya daerah.

Lalu penguasaan Bahasa Inggris, pemberian beasiswa bagi penghafal al Quran dan keluarga tidak mampu.

Menurut Andri WArman, untuk menciptakan generasi yang berkualitas hal pertama yang perlu dibekali adalah pengetahuan agama dan adat-istiadat.

Setelah keduanya terpenuhi, bekal selanjutnya adalah penguasaan Bahasa Inggris. Hal itu bertujuan agar generasi bisa bersaing di dunia global.

"Program-program ini sangat membutuhkan kontribusi dan dukungan para perantau," ujar bupati.

Pilihan Tepat

Ketua Umum Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Kabupaten Siak, Doni Candra mengatakan, keputusan bupati membangun daerah dengan memfokuskan pada peningkatan SDM merupakan pilihan tepat.

"Kami perantau menilai program peningkatan SDM sangat tepat, dewasa ini itulah yang dibutuhkan anak kemenakan kita di kampung," ujarnya.

Meski di rantau, katanya lagi, para perantau tidak pernah absen mengikuti perkembangan yang terjadi di kampung. Bahkan para perantau bangga saat ini banyak bermunculan rumah tahfidz di Kabupaten Agam.

"Kami mendengar program bupati adalah menghadirkan rumah tahfidz minimal satu di setiap jorong. Sekarang jumlahnya makin menjamur, saya pribadi merasa bangga banyak anak kemenakan yang jadi hafidz," katanya.

Melihat geliat pembangunan SDM yang makin pesat seperti di sektor keagamaan, pendidikan dan kemampuan bahasa asing, Doni Candra optomistis, strategi kepala daerah untuk mewujudkan Agam yang lebih maju bisa tercapai.

"Karena memang segalanya berawal dari SDM. Jika kualitas pendidikan, keagamaan, kemampuan bahasa asing meningkat, kemajuan akan otomatis mengikuti," ucapnya.

Doni juga mengajak para perantau Agam di Siak untuk turut membantu pemerintah daerah dalam upaya membangun kampung. Dikatakan, peran perantau amat penting untuk memajukan daerah.

"Jika pemerintah berjalan sendiri tentu tidak bisa, untuk itu saya berharap para perantau di Agam untuk turut mendukung kepala daerah memajukan kampung halaman," ujarnya.

Ratusan perantau asal Agam tampak berkerumun menanti kehadiran bupati. Mereka tak henti menyeru "Pak AWR."

Para perantau memandang kehadiran Andri Warman di tengah-tengah mereka sebagai bentuk perhatian kepala daerah terhadap perantau.

"Saya senang bupati Agam hadir di Siak untuk menyapa perantau, menurut saya ini bentuk kepedulian bagi warga Agam di Siak," ujar A St Sati, salah seorang warga.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Kabupaten Siak, Doni Candra juga mengutarakan hal senada. Dikatakan, perantau di Siak sangat bangga dikunjungi orang nomor satu di Agam.

"Di Kabupaten Siak ini ada 14 kecamatan, di setiap kecamatan ada perantau dari Agam. Semuanya berkumpul di sini hari ini menyambut bupati Agam," katanya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar