Terungkap di Coffee Morning Gubernur dan Asita Sumbar

BIM Segera Layani Penerbangan Internasional, Siswanto: Tinggal Administrasi, Izin Sudah Ada

Al Imran | Minggu, 28-08-2022 | 18:28 WIB | 339 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>BIM Segera Layani Penerbangan Internasional, Siswanto: Tinggal Administrasi, Izin Sudah Ada<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama Darmawi (Ketua Asita Sumbar) dan jajaran, diskusi tentang perkembangan dan tantangan pariwisata dalam coffee morning bertajuk 'Asita Berkeluh Kesah, Gubernur Memberi Solusi' di Christine Hakim Idea Park (Chip) Lubuk Buaya, Padang, Jumat. (humas)

PADANG (26/8/2022) - Ketua Asosiasi Indonesia Tour dan Travel (Asita) Sumbar, Darmawi berharap, Pemprov Sumbar mengupayakan percepatan dibukanya kembali penerbangan internasional dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Secara khusus, Darmawi menyebut, penerbangan Padang-Madinah untuk jemaah umroh serta penerbangan Padang - Kuala Lumpur merupakan jalur yang prioritas untuk diaktifkan kembali.

"Mohon agar izin penerbangan Padang-Madinah bisa segera dibuka. Pelaku usaha perjalanan umroh yang sebelumnya dijadwalkan ada penerbangan Padang-Madinah, September, ternyata batal. Akibatnya travel agen rugi mencapai Rp8 miliar per bulan, karena harus pindah penerbangan ke Medan dan Jakarta sehingga ada kelebihan biaya," ujar Darmawi di Padang, Jumat.


Pernyataan itu disampaikan Darmawi, pada coffee morning bertajuk 'Asita Berkeluh Kesah, Gubernur Memberi Solusi' di Christine Hakim Idea Park (Chip) Lubuk Buaya, Padang, Jumat.

Darmawi berharap, ada dukungan anggaran melalui Dinas Pariwisata untuk sales mission Asita Sumbar, guna melakukan promosi ke beberapa pameran dan internasional di berbagai daerah.

Selain itu, untuk memperkuat promosi Visit Beautiful West Sumatera 2023, Darmawi juga mengusulkan untuk branding bus-bus pariwisata, menyiapkan souvenir bagi tamu-tamu khusus, welcome dinner serta penampilan kesenian dari siswa SMK Kesenian.

Menanggapi keinginan Asita tersebut, Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyampaikan sejumlah upaya yang telah dan terus dilakukan pemerintah, untuk dibukanya kembali penerbangan internasional ke Padang.

Selain menjalin kesepakatan dengan maskapai, Pemprov Sumbar juga intens berkomunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait.

"Soal penerbangan internasional kita desak terus, melalui dinas terkait. Ini memang keinginan kita bersama. Sudah berkali-kali kita sampaikan ke kementerian terkait. Berbagai upaya juga sudah kita lakukan di antaranya MoU dengan maskapai," ungkap Mahyeldi.

Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan wisata, ungkap Mahyeldi, adalah dengan berupaya menggelar berbagai iven nasional hingga internasional di Sumbar.

Terbaru, beberapa ivent besar nasional yang akan berlangsung di antaranya pekan olahraga mahasiswa serta MTQ Korpri.

Mahyeldi menambahkan, pariwisata merupakan sektor prioritas dan hal itu didukung dengan anggaran yang memadai. Namun tak bisa dipungkiri, menurut dia, terkait anggaran tak bisa lepas dari dukungan pemerintah pusat dan legislatif serta kolaborasi dengan kabupaten dan kota.

"Kita saat ini juga mendorong OPD untuk menggelar rapat tidak lagi di kantor tapi di desa-desa wisata untuk menggairahkan pariwisata."

"Termasuk, kita juga kerjasama dengan PT Pos yang memiliki lahan di tengah kota cukup luas untuk sentra UMKM. Dengan PT KAI juga kita minta agar reaktivasi rel ke Padang Panjang dan Bukittinggi," ungkap Mahyeldi.

Tinggal Administrasi

Turut hadir dalam coffee morning yang difasilitasi pengusaha kripik balado Christine Hakim tersebut, Executive General Manager BIM, Siswanto.

Dalam pemaparannya, Siswanto menyampaikan kabar gembira bahwa saat ini proses dibukanya kembali penerbangan internasional tinggal menyelesaikan masalah administrasi.

"Seiring dengan berbagai upaya yang dilakukan gubernur dan jajaran, kita juga upayakan berbagai pendekatan untuk dibukanya kembali penerbangan internasional ke BIM," ungkap Siswanto.

"Melalui beberapa kali rapat dan pertemuan dengan Dirjen di tiga kementerian terkait, untuk flight internasional, sudah tidak ada kendala, tinggal administrasi saja. Yang akan dibuka itu ada tiga daerah, yaitu di Palembang, Padang dan Aceh," jelas Siswanto.

Sementara itu, untuk meningkatkan traffic sekaligus membantu konsumen dengan tinginya harga tiket, pihak Angkasa Pura II, juga telah melakukan beberapa terobosan di antaranya free landing dan parking pesawat untuk penerbangan rute baru, penambahan frekuensi dan charter. Termasuk full support untuk biaya marketing maskapai.

Turut hadir dalam bincang pagi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, Kepala Dinas Kebudayaan, Syaifullah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Nazwir, Kepala SMKN 7 dan Kepala SMKN 8. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat