Segmen Megathrust Mentawai-Siberut Dihoyak Lindu 5,8 SR

Al Imran | Senin, 29-08-2022 | 07:57 WIB | 386 klik | Kab. Mentawai
<p>Segmen Megathrust Mentawai-Siberut Dihoyak Lindu 5,8 SR<p>

Infografis.

MENTAWAI (29/8/2022) - Gempa tektonik dengan magnitudo 5,9 SR mengguncang Pantai Barat Laut Kepulauan Mentawai, Senin pukul 05.34 WIB.

Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo5,8.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,04 LS ; 98,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 3 Km arah Barat Laut Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 16 km," ungkap Daryono.


Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng segmen Megathrust Mentawai-Siberut.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkap Daryono.

Terpisah, pengamat kegempaan, Badrul Mustafa juga mengatakan, episentrum gempa Senin pagi ini di megathrust segmen Siberut.

"Segmen ini masih menyimpan dua pertiga lagi energi besar berperiode gempa besar 200-an tahun sejak terakhir keluar 1797," ungkap Badrul yang juga akademisi Unand itu.

Menurut Badrul, energi gempa yang dikandung kawasan itu masih sangat besar.

"Dengan magnitudo 5.9 SR itu, sangat kecil pengurangannya," ungkap dia.

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Siberut Utara dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Daerah Tuapejat dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Daerah Pasaman Barat, Padang, Painan, Nias Selatan dengan skala intensitas II - IIIMMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Kemudian, daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Kabupaten Solok, Solok Selatan dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 06.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,8 SR.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Juga mengimbau masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar