Warga Padang Sibusuak Gelar Pesta Rakyat, Mahyeldi: Terus Pelihara Permainan Tradisi dan Budaya

Al Imran | Senin, 29-08-2022 | 11:56 WIB | 254 klik | Kab. Sijunjung
<p>Warga Padang Sibusuak Gelar Pesta Rakyat, Mahyeldi: Terus Pelihara Permainan Tradisi dan Budaya<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi beserta jajaran, ikuti kegiatn manompi boreh pada kegiatan Pesta Rakyat di Jorong Kapalo Koto, Nagari Padang Sibusuak, Kecamatan Kupitan, Ahad pagi. (humas)

SIJUNJUNG (28/8/2022) - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai, Pesta Rakyat di Jorong Kapalo Koto, Nagari Padang Sibusuak, Kecamatan Kupitan, sebagai pesta rakyat dengan permainan anak nagari paling ramai di Sumbar. Masyarakat juga tumpah ruah menyaksikan iven yang digelar Ahad itu.

"Kegiatan yang menghadirkan berbagai permainan tradisional dan budaya Minangkabau ini, harus terus dipelihara sehingga bisa jadi daya tarik kunjungan wisata," ungkap Mahyeldi saat membuka kegiatan.

Menurut Mahyeldi, permainan anak nagari seperti inilah, yang digemari wisatawan saat ini. "Bermain di sawah, ikut menanam jagung atau padi, dan sebagainya. Tradisi ini harus terus dijaga dalam kerangka melestarikan budaya kita," harap Mahyeldi.


Dia menyampaikan, dampak positif pelestarian perhelatan nagari apalagi jika dijadikan agenda tetap nagari. Tidak hanya pada saat lebaran tapi juga pada momen-momen lainnya, akan menjadikan nagari selalu ramai dan menumbuhkan ekonomi masyarakat di nagari.

Turut hadir dalam pesta rakyat tersebut Asisten Administrasi Umum, Andri Yulika, Kadis Sosial, Arry Yuswandi, Kadis Kebudayaan, Syaifullah, Kadisnakertrans, Nizam Ul Muluk, Kadis Pariwisata, Luhur Budianda dan Kabiro Adpim, Maifrizon.

Pesta rakyat yang berlangsung hingga Ahad petang ini, dimulai dengan makan bersama, randai dan dilanjutkan berbagai permainan anak nagari di sawah.

Mahyeldi bersama pejabat dan tokoh masyarakat setempat juga ikut berlomba 'manompi boreh.'

Dikesempatan itu, Wali Nagari Padang Sibusuk, Aprizal menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur beserta rombomgan.

Aprizal mengatakan, pesta rakyat ini digelar sebagai ajang memperkuat silaturahmi antara masyarakat di nagari dengan perantau.

Aprizal juga menyampaikan pada gubernur, agar bisa menormalisasi aliran Batang Lasi yang kerap meluap dan menyebabkan padi dan jagung masyarakat gagal panen.

"Kami juga mohon perhatian pak gubernur atas tingginya kasus PMK pada ternak sapi. Khususnya untuk vaksinasi kami harapkan ada bantuan dari pemerintah," harap Aprizal.

Menanggapi permohonan Wali Nagari Padang Sibusuk, Manyeldi menyebut akan menindaklanjuti segera melalui OPD maupun instansi vertikal terkait. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar