Sejak Senin Dinihari, 3 Kali Lindu Menggoyang Segmen Megathrust Mentawai-Siberut

Al Imran | Senin, 29-08-2022 | 12:09 WIB | 198 klik | Kab. Mentawai
<p>Sejak Senin Dinihari, 3 Kali Lindu Menggoyang Segmen Megathrust Mentawai-Siberut<p>

Infografis.

PADANG (29/8/2022) - Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono memastikan, gempabumi tektonik yang terjadi pukul 10.29 WIB, parameter update dengan magnitudo 6,1 SR (sebelumnya dilansir 6,4 SR-red) ini, merupakan lanjutan dua gempa sebelumnya yang masih berpusat di segmen megathrust Mentawai-Siberut.

"Gempabumi ini merupakan kelanjutan aktivitas gempa yang terjadi sebelumnya pada pukul 00.04 WIB dengan Magnitudo 4,9 dan pukul 05.34 WIB dengan Magnitudo 5,8," ungkap Daryono dalam pernyataan tertulis yang diterima, Senin siang.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,99 LS ; 98,53 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 Km arah Barat Laut Siberut Barat, Kepulauan Mentawai pada kedalaman 24 km.


Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ungkap Daryono, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal, akibat adanya aktivitas subduksi lempeng segmen Megathrust Mentawai-Siberut.

"Hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkap dia.

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Siberut dengan skala intensitas V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar).

Daerah Tuapejat dan Painan dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Padang dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Lalu, daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Kabupaten Solok dan Solok Selatan dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Gempabumi ini menimbulkan kerusakan ringan di wilayah Siberut Utara dan Siberut Barat. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 11.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," ungkap Daryono sembari mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar