Tuntut Kesetaraan Status dengan Guru Formal

Mahyeldi Lepas Guru PAUD Sampaikan Aspirasi ke Jakarta di Istana Gubernur

Al Imran | Selasa, 30-08-2022 | 09:47 WIB | 209 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mahyeldi Lepas Guru PAUD Sampaikan Aspirasi ke Jakarta di Istana Gubernur<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi melepas guru PAUD yang akan sampaikan aspirasi ke Jakarta, tuntut kesetaraan status dengan guru formal, Senin pagi. (humas)

PADANG (29/8/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi melepas 120 guru pendidikan anak usia dini (PAUD), menyuarakan aspirasi terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dihilangkan dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Meski diguyur hujan deras pada Senin pagi itu, tidak melunturkan semangat para guru PAUD untuk pergi ke Ibu kota, memperjuangkan hak mereka, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-17 HIMPAUDI yang bertema "Tulus Mengabdi Teguh Berjuang Solid Bergerak untuk Hak Profesi Guru PAUD."

Mahyeldi didampingi Bunda PAUD Sumbar, Harneli Bahar menyatakan dukungan penuh atas perjuangan guru-guru PAUD.


Karena, menurut dia, guru PAUD merupakan guru pertama bagi seorang anak untuk meniti ke jenjang pendidikan selanjutnya.

"Wajar jika pada hari ini guru PAUD memperjuangkan hak-haknya. Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Insya Allah tanggal 31 nanti saya akan hadir di Jakarta," ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi juga memberikan semangat dan motivasi pada rombongan guru PAUD tersebut. Ia juga berharap, dalam rangka percepatan dan mencerdaskan generasi muda, anak di usia lima tahun sudah bisa memasuki Sekolah Dasar (SD) sehingga anak tersebut di umur 20 tahun sudah bisa jadi sarjana.

Mahyeldi juga bertanya kepada salah seorang guru PAUD tentang berapa honor guru per bulan saat ini.

Kemudian guru tersebut menjawab honor guru PAUD saat ini hanya Rp250 ribu per bulannya.

Dukungan juga diberikan Bunda PAUD Sumbar, Harneli Bahar. Dia mengharapkan, agar guru-guru PAUD mendapat haknya secara layak agar dapat sejajar dengan tenaga pendidik lainnya.

Sementara itu, ketua rombongan HIMPAUDI, Pun Ardi mengatakan, bahwa guru-guru PAUD di Sumbar ingin memperjuangkan hak sebagai guru non formal agar mendapat kesetaraan dengan guru formal lainnya.

"Kami ingin meminta perubahan RUU Sisdiknas yang sedang digodok oleh DPR RI saat ini. Juga kami ingin menyuarakan kepada pemerintah, agar guru PAUD setara dengan guru pendidikan formal, dosen serta tenaga pengajar lainnya," ucap Pun Ardi. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar