Terjadi 12 Kali Gempa Susulan Segmen Megathrust Mentawai, Novriadi: Warga 7 Dusun masih Mengungsi

Al Imran | Selasa, 30-08-2022 | 21:38 WIB | 293 klik | Kab. Mentawai
<p>Terjadi 12 Kali Gempa Susulan Segmen Megathrust Mentawai, Novriadi: Warga 7 Dusun masih Mengungsi<p>

Kalaksa BPBD Mentawai, Novriadi. (daniwarti)

PADANG (30/8/2022) - Gempabumi utama (mainshock) 6,1 SR yang berpusat di Mentawai, Senin pukul 10.29 WIB kemarin, diawali tiga gempa pendahuluan (foreshock). Kemudian, hingga Selasa pukul 07.00 WIB, terjadi 12 kali gempa susulan.

Kalaksa BPBD Mentawai, Novriadi mengatakan, pada hari pertama kejadian gempa itu, pengungsi mencapai angka 494 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 2.326 jiwa terdiri dari 1.188 orang perempuan dan 1.138 laki-laki.

"Pengungsi ini berasal dari 7 dusun di Desa Simalegi, Kecamata Siberut Barat yakni Saboilogkat, Sute'uleu, Muara Selatan, Muara Utara, Betaet Utara, Betaet Selatan dan Sakaldhat," ungkap Novriadi.


Dikatakan Novriadi, untuk keperluan pengungsi, BPBD juga sudah mendistribusikan bantuan darurat hingga pemasangan tenda. "Hari kedua ini, kita kirim juga dua ton beras dan mie instan karena masih banyak pengungsi yang bertahan di tenda," jelas Novriadi.

Catatan BMKG, gempa pendahuluan itu berkekuatan 5,2 SR, 5,9 SR dan 3,7 SR. Masing-masingnya terjadi pukul 00.04 WIB, 05.34 WIB dan 06.06 WIB pada Senin dinihari hingga pagi.

Sedangkan gempa susulan, secara berurutan berkekuatan 4 SR, 4,5 SR, 4,5 SR, 4,1 SR, 4,4 SR dan 4.5 SR. Kemudian, 3,5 SR, 3,9 SR, 3,7 SR, 3,5 SR, 3,2 SR dan 3,4 SR. Gempa susulan ini terjadi Sepanjang Senin hingga Selasa ini.

"Total ada 16 kali gempa di segmen megathrust Mentawai-Siberut terdiri dari gempa pendahuluan, utama dan susulan," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi.

Suaidi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kemudian, menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah. (dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar