Mahyeldi Tinjau Sitinjau Lauik Setelah Beberapa Kali Longsor selama Agustus 2022

Al Imran | Selasa, 30-08-2022 | 23:09 WIB | 156 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mahyeldi Tinjau Sitinjau Lauik Setelah Beberapa Kali Longsor selama Agustus 2022<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau lokasi longsor di kawasan Sitinjau Lauik Padang, Selasa siang. (humas)

PADANG (30/8/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menegaskan, perbaikan jalan yang tertimpa longsor di jalur Padang-Solok tepatnya di kawasan Sitinjau Lauik, segera dilakukan. Dia berharap, pengerjaan jalan berjalan lancar dan tidak membutuhkan waktu lama.

Menurutnya, jalur Sitinjau Lauik yang telah alami beberapa kali longsor selama Agustus 2022 ini. Jalur ini juga merupakan satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan Kabupaten Solok dan Padang. Kemudian, jalur ini juga jadi urat nadi perekonomian masyarakat.

"Perbaikan jalan akan dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar karena statusnya jalan nasional serta mengalami kerusakan akibat bencana," ungkap Mahyeldi sai meninjau titik longsor di ruas jalan Padang - Solok, atau Sitinjau Lauik, Selasa siang.


Menurut Mahyeldi, Polhut juga akan diturunkan untuk melakukan pengawalan. Kemudian, Dinas PU Sumbar juga akan ikut mengawasi serta Dishub yang lakukan pengaturan arus lalu lintas.

"Tentang perizinan hutan lindung, perizinannya dari provinsi," ujar Mahyeldi didampingi Kepala BPJN Sumbar, Syachputra Ghani dan OPD terkait lainnya.

Di lokasi, tampak para petugas dan dua alat berat masih terus bekerja, membersihkan jalan dari longsoran material yang berjatuhan pasca diguyur hujan deras, sejak sehari sebelumnya. Sementara, petugas Dinas Perhubungan mengatur buka tutup arus lalu lintas.

"BPJN yang akan menentukan jalan ini mau diapakan. Yang penting, transportasi, arus barang dan orang lancar," sambung Mahyeldi.

Sementara, terkait rencana pembangunan Flyover Sitinjau Lauik 2023, menurut Mahyeldi, akan dilakukan dengan konsep Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Hal ini sesuai kesepakatan rapat antara Dirjen PUPR dan Bappeda.

Dia juga mengapresiasi perhatian dan dukungan wakil rakyat di DPR RI, terhadap kondisi Sitinjau Lauik yang jalurnya penuh resiko. Karena, sudah saatnya perlu perbaikan dengan dukungan semua pihak dan perencanaan yang matang.

"Sesuai hasil rapat dengan PUPR dan Bappeda, pembangunannya melalui KPBU, yang akan dikerjakan oleh Hutama Karya. Kita juga merasa senang, anggota DPR RI, Pak Andre juga ikut membantu," ungkap Mahyeldi.

"Ini memang harus jadi agenda kita bersama, tidak bisa diselesaikan oleh gubernur sendiri. Masyarakat dan DPR RI memberikan dukungan, mudah-mudahan permasalahan ini bisa selesai," harap dia.

Turut hadir mendampingi gubernur dalam peninjauan tersebut, kepala OPD Sumbar, di antaranya Kalaksa BPBD Sumbar, Jumaidi, Kepala Dinas BMCKTR, Era Sukma, Kadis Perhubungan, Heri Nofiardi, Kadis Kominfotik Sumbar, Jasman dan Kabiro Adpim, Maifrizon. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar