Bangga Buatan Indonesia, Pemprov Sumbar Ajak Gunakan Aspal Buton untuk Pengadaan Jalan

Al Imran | Kamis, 01-09-2022 | 16:11 WIB | 198 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Bangga Buatan Indonesia, Pemprov Sumbar Ajak Gunakan Aspal Buton untuk Pengadaan Jalan<p>

Asisten Perekokomian dan Pembangunan, Wardarusmen saat mewakili gubernur Sumatera Barat membuka Workshop Penggunaan Aspal Buton dalam Pembangunan dan Preservasi Jalan di Provinsi Sumatera Barat, bertempat di auditorium gubernuran, Kamis. (humas)

PADANG (1/8/2022) - Pemprov Sumatera Barat mengimbau pimpinan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga tingkat provinsi, kabupaten dan kota, untuk mulai menggunakan Aspal Buton pada sisa tahun anggaran 2022 ini. Selain itu, juga membuat perencanaan pemakaian Aspal Buton pada tahun anggaran 2023 mendatang.

Imbauan itu disampaikan Asisten Perekokomian dan Pembangunan, Wardarusmen saat mewakili gubernur Sumatera Barat membuka Workshop Penggunaan Aspal Buton dalam Pembangunan dan Preservasi Jalan di Provinsi Sumatera Barat, bertempat di auditorium gubernuran, Kamis.

"Penggunaan Aspal Buton ini dalam rangka mendukung Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada seluruh proses pengadaan dan belanja pemerintah, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian domestik," ungkap dia.


Terlebih lagi penggunaan aspal nasional saat ini, masih mengandalkan impor yang mencapai angka 83 persen dari total kebutuhan nasional.

"Ini sungguh ironis, karena Indonesia memiliki cadangan sumber daya aspal alam terbesar di dunia. Seluruh elemen bangsa harus bersatu, memaksimalkan sumber daya asli Indonesia, sehingga perekonomian nasional bisa relatih lebih stabil," ujar Wadarusmen.

"Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyambut baik dan mengapresiasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang telah mengkoordinir workshop ini untuk peningkatan pemanfaatan aspal buton di dalam negeri. Aspal mempunyai pengaruh terhadap pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi di Sumbar," tambah Wardarusmen.

Tujuan diadakannya workshop, menurut Asisten Deputi Industri Pendukung dan Infrastruktur Kemenko Marves, Yudi Prabangkara, di antaranya memberikan pemahaman tentang aspek regulasi dan kepastian hukum kepada pemerintah daerah dalam upaya peningkatan penggunaan dan pemanfaatan Aspal Buton.

Selain itu, juga dalam rangka memberikan pemahaman aspek teknis dan ekonomis penggunaan Aspal Buton, tata cara perhitungan analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) dan rencana anggaran biaya (RAB), sekaligus sharing pengalaman penggunaan Aspal Buton.

Mengenai produksi aspal buton, menurut Yudi, mencapai 1,5 juta ton per tahun. Sementara, kebutuhan aspal nasional mencapai 1 juta ton per tahun.

"Pemanfaatan aspal buton masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan kapasitas produksinya. Di Sumbar, sudah ada beberapa kabupaten kota yang menggunakan Aspal Buton," ungkapnya.

"Mudah-mudahan, melalui workshop ini bisa dicapai pemahaman bersama tentang seluruh aspek mengenai Aspal Buton, khususnya kesiapan industri dalam penyediaan Aspal Buton di Sumatera Barat," harap Yudi.

Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini, Kepala Balai Bahan Jalan Kemen PUPR, Yohanes Ronny, Analis Kebijakan Madya LKPP, Erlangga Aninditiya dan narsum secara tatap maya dari Kemendagri, Abdul Aziz. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar