Kampus Muslimat Center Akademi Da'wah Indonesia Aqabah Diresmikan

Al Imran | Jumat, 02-09-2022 | 08:52 WIB | 155 klik | Kab. Agam
<p>Kampus Muslimat Center Akademi Da'wah Indonesia Aqabah Diresmikan<p>

Kadisdikbud Agam, Isra memberikan sambutan mewakili bupati pada peresmian Kampus Muslimat Center Akademi Da'wah Indonesia (ADI) Aqabah di Nagari Koto Gadang Kecamatan IV Koto, Kamis. (humas)

AGAM (1/9/2022) - Kadisdikbud Agam, Isra meresmikan Kampus Muslimat Center Akademi Da'wah Indonesia (ADI) Aqabah di Nagari Koto Gadang Kecamatan IV Koto, Kamis.

"Masih banyak yang berpandangan, sekolah agama merupakan pendidikan yang hanya fokus terhadap pembelajaran keagamaan. Namun, di era 4.0 dewasa ini, paradigma tersebut sudah harus mengalami transformasi kultur, sistem dan nilai," ungkap Isra saat memberikan sambutan mewakili bupati Agam.

Dikatakan, dalam rangka membangun penguatan nilai-nilai agama bagi masyarakatnya, Pemkab Agam komit dalam mendukung pendidikan formal maupun non formal yang ada di tengah masyarakat.


Saat ini, terang dia, tidak sedikit santri yang memenangkan olimpiade sains. Baru-baru ini, santri asal Indonesia memenangkan medali perak Olimpiade Kimia di Tiongkok.

"Jadi, tidak menjamin prestasi yang diraih anak dilatarbelangi dimana mereka sekolah," ujar Isra.

Tak perlu dinafikan, lembaga pendidikan agama baik madrasah, pesantren atau perguruan tinggi agama, sudah banyak melahirkan pemimpin bangsa pada masa lalu, kini, dan juga pada masa yang akan datang.

Oleh sebab itu, Isra mengajak, agar perlunya merevitalisasi paradigma pendidikan agama terutama pesantren dalam menyelaraskan antara ilmu pengetahuan teknologi dengan iman dan taqwa.

"Kami berharap tidak ada diskriminasi antara pendidikan disekolah umum dengan sekolah agama. Yang terpenting bagaimana menerapkan pendidikan berkarakter terhadap anak," pintanya.

Menurut Isra, pendidikan karakter dapat ditempuh dengan cara memberikan keteladanan melalui bimbingan yang dilakukan secara kontinuitas serta memberikan sentuhan hati dalam memahami peranannya sebagai lembaga pendidikan.

Terlepas dari itu, Isra menjelaskan bahwa terdapat tiga cara pengembangan peranan dan fungsi lembaga pendidikan. Pertama, berperan sebagai pengawal dan pelestari nilai-nilai agama.

Kedua, sebagai pembaru pemahaman keagamaan serta ketiga, berperan sebagai inspirator, motivator, dan dinamistor pelaksanaan pembangunan pada tingkat lokal dan regional. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar