Membubung Naik! Ini Harga Terbaru Pertalite, Solar dan Pertamax per 3 September 2022

Al Imran | Sabtu, 03-09-2022 | 18:59 WIB | 318 klik | Nasional
<p>Membubung Naik! Ini Harga Terbaru Pertalite, Solar dan Pertamax per 3 September 2022<p>

Pengendara sepeda motor masih saja antri panjang membeli BBM subsidi di SPBU di kawasan Jl Perintis Kemerdekaan, Padang pasca kenaikan harga BBM oleh pemerintah Sabtu siang tadi. (mangindo kayo)

JAKARTA (3/9/2022) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah sudah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi masyarakat dengan subsidi.

"Keputusan dalam situasi sulit ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM," ungkap Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Sabtu siang.

Pernyataan Jokowi ini sekaligus menandai pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) mulai pukul 14.30 WIB Sabtu ini.


Baca Juga: Pemerintah Naikan Harga Pertalite, Solar, Pertamax, Politisi PKS: Innalilahi Wa Inna ilaihi Roojiuun

Menurutnya, selama ini subsidi BBM dinikmati oleh masyarakat mampu. Angkanya mencapai 70 persen.

"Lebih dari 70% subsidi, justru dinikmati kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi. Mestinya, uang negara itu harus diprioritaskan pada subsidi masyarakat kurang mampu," ungkap Jokowi.

Dalam pernyataan tertulis Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif disebutkan, tarif ini berlaku pada hari ini Sabtu, tanggal 3 September 2022, pukul 14.30 WIB.

Harga terbaru BBM Subsidi yakni:

  1. Pertalite dari Rp7.650 per liter jadi Rp10.000 per liter
  2. Solar Bersubsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter
  3. Pertamax (Non-Subsidi) dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Disebutkan Arifin Tasrif, gejolak harga minyak dunia telah menyebabkan ketidakpastian dan berdampak signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Salah satunya subsidi dan kompensasi energi termasuk BBM, tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp152 triliun jadi Rp502 triliun. Angka ini masih akan terus meningkat.

"Selain membebani APBN, subsidi dan kompensasi tersebut mayoritas dinikmati oleh masyarakat mampu," ungkap Arifin Tasrif.

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan, penyebab kenaikan harga bahan BBM subsidi sudah berdasarkan perhitungan pemerintah. Menurutnya, total subsidi dan kompensasi energi yang mencapai Rp502,4 triliun, dihitung berdasarkan rata-rata dari Indonesian Crude Price (ICP) atau minyak mentah Indonesia yang mencapai USD 105 per barel dengan kurs Rp 14.700 per USD.

Perhitungan itu juga berdasarkan volume dari BBM subsidi jenis Pertalite yang diperkirakan akan mencapai 29 juta KL, sedangkan volume dari solar bersubsidi ialah 17,44 juta KL.

"Masyarakat saat ini bertanya karena harga minyak dalam sebulan terakhir agak mengalami penurunan kami terus melakukan penghitungan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Presiden Jokowi dan Menteri Terkait Pengalihan Subsidi BBM secara virtual itu.

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, dengan harga minyak ICP yang telah turun jadi USD 90 per barel sekalipun, maka beban subsidi BBM masih menggunakan harga rata-rata ICP dikisaran USD 98,8 per barel setahun ini.

Selain itu, rata-rata ICP masih USD 97 per barel keseluruhan tahun, jika harga minyak mentah dunia turun hingga di bawah USD 90 per barel.

"Angka kenaikan subsidi waktu itu sudah disampaikan di media dari Rp502,4 triliun tetap akan naik Rp653 triliun. Ini jika harga ICP rata rata USD 99 per barel atau turun ke USD 90 sampai Desember," ungkapnya. (kyo/rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar