Tips Menanam Cabai di Pekarangan dan Pot, Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

Al Imran | Minggu, 04-09-2022 | 14:08 WIB | 264 klik | Nasional
<p>Tips Menanam Cabai di Pekarangan dan Pot, Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini<p>

Bertanam cabai di polybag di sisa halaman rumah yang belum termanfaatkan.

TANAMANCABAI tidak hanya membuat cantik lingkungan di sekitar rumah, tetapi cabai pula dapat digunakan sebagai bahan dapur. Seperti diketahui kalau sebagian besar warga menggemari cabai, sebab dapat memberikan sensasi pedas pada santapan.

Tumbuhan cabai merupakan tumbuhan yang berumur pendek serta gampang tumbuh di wilayah tropis serta subtropis. Menanam cabai tidak susah loh.

Hal ini disebabkan tumbuhan cabai dapat dibudidayakan di dalam pot. Pemeliharaannya juga gampang, alhasil tanaman cabai dapat dijadikan salah satu tanaman favorit buat diletakkan di taman rumah.


Berikut metode menanam cabai di dalam pot dikutip dari Balcony Garden Website.

Cara Menanam Cabai di Pekarangan Rumah

  • 1. Siapkan tanah terlebih dahulu sebagai media tanamnya
  • 2. Kupaslah cabai dan ambil biji yang akan di tabur ke dalam tanah
  • 3. Pilihlah pot yang memiliki lubang drainase yang baik
  • 4. Anda dapat menyiapkan tanah atau pupuk kompos organik dengan perbandingan 70 persen organik dan 30 persen tanah
  • 5. Siramlah tanah campuran dengan air dan masukkan biji cabai
  • 6. Siram kembali cabai yang sudah ditaburkan ke dalam tanah
  • 7. Simpan pot di bawah tempat yang teduh namun harus tetap mendapatkan sinar matahari yang cukup
  • 8. Tunggulah hingga daun cabai rawit tumbuh dan menyiramnya kembali
  • 9. Pindahkan cabai setelah berusia 25 hari setelah semai yang sudah memiliki daun sejati 3 hingga 4 helai
  • 10. Siapkan media tanam yang baru dengan prosentasi 50 persen tanah kebun, 30 persen kompos dan 20 persen sabut kelapa
  • 11. Masukkan tanaman cabai ke dalam media tanam yang baru
  • 12. Tunggulah selama 2 hingga 3 hari di bawah sinar matahari tidka langsung dan siramlah
  • 13. Potonglah daun selama tiga hari sekali untuk menghasilkan tanaman subur tanpa hama daun
  • 14. Rawatlah hingga usianya mencapai 20 hari setelah tanam
  • 15. Tunggulah hingga berbuah dan panen sekitar 143 hari

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Menanam Cabai

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menanam cabai.

Informasi ini telah dilansir dari laman Chili Plant dalam artikel yang bertajuk "Chili Care".

1. Penggunaan tanah tidak boleh banyak

Karena menggunakan pot, maka tanah yang harus Anda gunakan tidak boleh sebanyak menanam di tempat lain. Mengingat, pot adalah wadah yang sempit.

Pot memiliki ruang yang tak begitu luas, jika dibandingkan dengan pertumbuhan akar tanaman cabai. Agar tanah dalam pot bisa menopang dengan baik, jangan berikan tanah keseluruhan.

Anda bisa menyampurkan serpihan kayu yang bertujuan untuk menjaga kelembaban. Sehingga udara yang ada di dalam tanah tidak cepat menguap. Tanah juga akan menjadi lebih asam saat melakukan hal tersebut.

Perlu Anda ingat bahwa tanah lebih cepat mengering saat menanam di dalam pot. Pemupukan yang berlebihan juga bisa menyebabkan hal serupa.

2. Kondisi pemupukan

Saat menanam cabai di dalam pot, Anda disarankan menggunakan pupuk organik. Meskipun memiliki keunggulan, pupuk organik juga mempunyai kekurangan.

Salah satunya ialah berbau busuk di sekitar teras atau balkon rumah Anda. Namun menggunakan pupuk lebih baik daripada menggunakan pupuk cair. Apalagi jika pupuk cair dituangkan pada akar yang kering. Garam nutrisi akan segera hancur ke air jika menggunakan pupuk cair.

3. Konsisten saat menyiram

Jika Anda menanam cabai di dalam pot, sering dijumpai masalah tanah kering. Ini menjadi permasalahan umum saat menanam cabai dengan menggunakan pot. Sehingga Anda haru rajin menyiram tanaman cabai agar tetap segar.

Namun jangan terlalu sering menyiram. Jika tanah masih terlihat berair dan basah, Anda tak perlu menyiramnya. Rajin-rajinlah memeriksa kelembaban tanah yang ada pada tanaman cabai Anda.

Perlu Anda tahu, untuk menyiram tanaman lebih baik menggunakan air hujan. Karena air hujan yang dikumpulkan tidak mengandung klorin. Sedangkan jika Anda menggunakan air kran atau air sadah, didalamnya terdapat unsur kandungan klorin.

Kemudian saat menyiram tanaman cabai, usahakan saat matahari tidak berada di atasnya pas. Lakukan penyiraman pada pagi ataupun sore hari, hindari di siang hari.

4. Sinar matahari harus cukup

Perlu Anda ketahui, setiap tanaman memerlukan pencahayaan matahari. Tak terkecuali adalah tanaman cabai yang juga membutuhkan suhu hangat dari matahari. Sehingga area teras atau balkon Anda cocok untuk menanam tanaman ini dengan menggunakan pot.

Tak hanya sinar matahari saja, Anda juga harus memperhatikan drainase yang baik serta penyiraman konsisten. Keuntungan menanam cabai dengan pot yang ditaruh di teras atau balkon rumah, Anda bisa memindahkannya saat hujan lebat. Sehingga hasil yang maksimal lebih didapatkan dengan metode ini.

Kesalahan saat menanam cabai di rumah.

1. Kurang paparan sinar matahari

Kesalahan pertama, yakni penempatan tanaman cabai. Pasalnya, tanaman cabai yang kurang mendapatkan sinar matahari akan tumbuh layu dan mati.

Bibit cabai membutuhkan banyak cahaya matahari untuk tumbuh kokoh dan sehat. Oleh karena itu, Anda perlu menempatkan tanaman cabai di area yang terkena paparan sinar matahari yang cukup.

Jika Anda menanam cabai di dalam ruangan, maka bisa menggunakan cahaya buatan untuk menerangi tanaman di malam hari. Saat ini, sudah terjual lampu khusus untuk tanaman agar lebih ekonomis dan mampu menunjang pertumbuhan tanaman.

2. Teknik penyiraman salah

Semakin sering Anda menyiram tanaman cabai, maka hal itu justru menghancurkan pertumbuhan bibit cabai.

Penyiraman menjadi salah satu aspek terpenting untuk menunjang pertumbuhan cabai. Semakin banyak air yang Anda siram, maka semakin hancur pula bibit cabai yang ditanam.

Anda hanya perlu menyiram tanaman 1-2 kali dalam sehari. Pastikan tanah tetap lembap, tetapi tidak basah agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik.

3. Menanam bibit cabai terlalu dalam

Telah disinggung sebelumnya jika cabai tergolong tanaman yang membutuhkan cahaya matahari untuk tumbuh. Itulah sebabnya, hindari menanam bibit cabai terlalu dalam hingga tidak ada cahaya untuk berkecambah.

Menentukan kedalaman untuk menanam bibit cabai bisa menjadi tantangan tersendiri. Apabila Anda menanam cabai menggunakan paket benih, maka Anda hanya perlu memperhatikan kedalaman penanaman pada kemasannya.

Apabila tidak ada informasi mengenai kedalaman penanaman, maka pastikan benih bersentuhan dengan tanah namun tidak tertutup sepenuhnya.

Tekan tanah dengan lembut untuk membuat permukaan yang kokoh, kemudian taburkan benih di atas tanah dan tekan perlahan. Pastikan benih masih terbuka dan terpapar sinar matahari.

4. Terlalu cepat menabur benih

Menanam cabai tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Anda perlu memerhatikan suhu ruangan maupun suhu lingkungan. Tanaman cabai tidak tahan terhadap suhu dingin, sehingga menaburkan bibit saat udara dingin tentu membuat tanaman menjadi stres.

Tanaman yang stres lebih rentan terhadap hama atau penyakit. Akibatnya, tanaman akan mudah layu dan mati.

5. Menabur banyak benih secara bersamaan

Anda tentu ingin memiliki tanaman cabai yang tumbuh lebat. Meski begitu, anda tidak diperbolehkan menabur benih cabai dalam jumlah banyak secara bersamaan. Hal itu justru mempersulit tanaman cabai untuk tumbuh.

Taburkan sedikit demi sedikit benih cabai, lalu tunggu benih tumbuh terlebih dahulu. Setelah benih berkecambah, Anda bisa menaburkan benih ke media tanam lainnya.

Itulah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan ketika menanam cabai di rumah. Bercocok tanam cabai memang tidak mudah karena Anda perlu memperhatikan media tanam, suhu lingkungan, ataupun paparan sinar matahari. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar