Pendapatan Daerah Perubahan APBD Sumbar 2022 Naik 2,54 Persen

Al Imran | Minggu, 11-09-2022 | 22:18 WIB | 181 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pendapatan Daerah Perubahan APBD Sumbar 2022 Naik 2,54 Persen<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyerahkan nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2022 dalam rapat paripurna DPRD Sumbar, yang dipimpin Ketua DPRD Supardi, Jumat siang. (humas)

PADANG (9/9/2022) - Pendapatan daerah Sumatera Barat pada Perubahan APBD 2022 ini direncanakan sebesar Rp6,08 triliun. Naik Rp162 miliar lebih dari target semula sebesar Rp5,92 triliun atau naik 2,54 persen.

Sementara, Belanja Daerah Sumatera Barat dialokasikan berada pada angka Rp6,55 triliun lebih. Terjadi kenaikan sebesar 5,58 persen bila dibandingkan dengan alokasi belanja daerah awal tahun 2022 sebesar Rp6,20 triliun.

Demikian disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat menyampaikan nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2022 dalam rapat paripurna DPRD Sumbar, yang dipimpin Ketua DPRD Supardi, Jumat siang.


Dikatakan Mahyeldi, kenaikan pendapatan daerah tersebut berasal dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang semula ditargetkan sebesar Rp2,61 triliun, naik jadi Rp2,75 triliun lebih.

Kemudian, pendapatan transfer yang semula ditargetkan sebesar Rp3,22 triliun lebih, naik jadi Rp3,25 triliun.

Selanjutnya, dari Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah yang mengalami penurunan sebesar Rp5,2 miliar atau berkurang 6,24 persen dari anggaran semula Rp83,3 miliar jadi Rp78.1 miliar.

"Kenaikan besaran belanja daerah 5,58 persen diperuntukkan bagi belanja operasi sebesar Rp4,39 triliun, naik 5,33 persen dari belanja operasi tahun 2022 awal sebesar Rp4,17 triliun," ungkap Mahyeldi.

"Belanja Modal sebesar Rp991,6 miliar, naik 4,02 persen dari alokasi sebelumnya Rp953,2 miliar. Lalu, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp11,7 miliar, terjadi penurunan 78,68 persen dibandingkan dengan alokasi awal sebesar Rp55,1 miliar. Belanja Transfer juga meningkat sebesar 12,56 persen, dari sebelumnya Rp1,02 triliun menjadi Rp1,15 triliun," ungkap Mahyeldi.

Sementara itu, untuk pembiayaan daerah, Pengeluaran Pembiayaan hanya dialokasikan untuk penyertaan modal kepada Bank Nagari sebesar Rp20 miliar.

Sementara, untuk kelompok Penerimaan Pembiayaan Daerah, terjadi sedikit penyesuaian dari alokasi semula sebesar Rp300 miliar menjadi Rp483,6 miliar atau naik 61,23 persen.

Sumber Penerimaan Pembiayaan Daerah ini, menurut Mahyeldi, berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2021.

"Nota Keuangan yang kami sampaikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Ranperda tentang Perubahan APBD Sumbar 2022. Dimana, dalam penyusunannya telah mempedomani Kesepakatan Bersama Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2022," terang Mahyeldi.

"Kami menyadari masih banyak kebutuhan pembangunan dan permintaan masyarakat yang masih belum dapat kita alokasikan pendanaannya. Namun, karena keterbatasan anggaran yang tersedia, kita mengalokasikan anggaran berdasarkan skala prioritas pembangunan dan penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan," tegas dia.

Lebih Cepat dari Jadwal

Ketua DPRD Supardi mengatakan, secara umum, muatan Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun 2022, telah sejalan dengan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun 2022 yang disepakati Bersama oleh DPRD dengan Pemerintah Daerah.

"Saya juga mengapresiasi penyampaian nota oleh gubernur lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan. Sehingga hal ini tentu akan lebih mempercepat proses pembahasan nantinya."

"Namun, untuk lebih mendalaminya, DPRD perlu melihat lebih tajam, apakah proyeksi pendapatan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sudah sejalan dengan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun 2022 yang disepakati bersama," kata Supardi.

Selanjutnya, fraksi-fraksi di DPRD akan memberikan pandangan umum yang akan disampaikan nanti pada Rapat Paripurna, 12 September 2022. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar