734 Anak PAUD Kecamatan Banuhampu Ikuti Peragaan Manasik Haji

Al Imran | Senin, 12-09-2022 | 20:16 WIB | 160 klik | Kab. Agam
<p>734 Anak PAUD Kecamatan Banuhampu Ikuti Peragaan Manasik Haji<p>

Bupati Agam, Andri Warman bersama Yenny Andri Warman (Bunda PAUD Agam) saat menghadiri kegiatan manasik haji oleh anak PAUD se-kecamatan Banuhampu, Senin. (humas)

AGAM (12/9/2022) - Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) Kecamatan Banuhampu gelar pergaan manasik haji di lapangan bola Pakan Sinayan, Senin. Kegiatan ini diikuti 734 anak usia dini dari 13 TK/PAUD se-Kecamatan Banuhampu.

"Alhamdulillah, kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali setelah sempat vakum 2 tahun akibat pandemi Covid19," ungkap Panitia pelaksana, Syefrina disela pembukaan.

Peragaan dilakukan sebagaimana manasik haji sesungguhnya. Tujuannya, menanamkan rasa syukur, ketaqwaan, keimanan dan memperkenalkan rukun Islam kelima pada anak usia dini.


Dengan begitu, diharapkannya bisa lahir generasi penerus yang menjadi tumpuan bangsa dan agama.

"Generasi tidak hanya harus berkarakter, tapi juga kuat jasmani dan rohaninya serta termotivasi laksanakan haji sesungguhnya," sebut Syefrina.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Agam, Isra mengatakan, sebelum pandemi peragaan manasik haji ini dilaksanakan seluruh kecamatan yang ada di Agam.

"Bahkan ada beberapa kecamatan dengan jumlah terbanyak, di antaranya Banuhampu," katanya.

Setelah Banuhampu, ia mengimbau kecamatan lain agar kembali melaksanakan peragaan manasik haji bagi anak usia dini ini.

Menurutnya, peragaan manasik haji besar manfaatnya untuk menanamkan pendidikan akhlak dan budi pekerti bagi anak usia dini.

"Karena jika ditanamkan sejak dini, apa yang diberikan akan membekas pada diri mereka ketika dewasa nanti," ujarnya.

Untuk itu, ia juga mengajak guru TK/PAUD agar membimbing anak usia dini dan melatihnya di bidang keagamaan, membaca serta menghafal Al-Qur'an, salat dan lainnya.

Peningkatan Mutu

Bunda PAUD Agam, Yenni Andri Warman menyebutkan, peragaan manasik haji bentuk motivasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah.

Dalam peragaan itu, katanya, mempraktekan ibadah haji bagian tertentu, untuk anak usia dini dengan keterbatasan dimilikinya.

"Tapi kita berharap makna yang terdapat dalam ibadah haji bisa mereka pahami dengan baik," ujarnya saat hadiri kegiatan itu.

Menurutnya, peragaan manasik haji ini anak akan mendapat pengalaman sejak dini, serta bisa mengetahui makna dari setiap rukun haji.

Kemudian, meningkatkan mutu pendidikan, tidak hanya dalam bentuk ajaran atau teori tapi juga melalui praktek.

"Peragaan manasik haji bagi anak usia dini merupakan praktek pembelajaran dan mendukung pelajaran agama di sekolah," katanya.

Untuk itu, ia mengajak majelis guru agar bekerjasama dengan para orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran, supaya apa yang diimpikan terhadap anak dapat tercapai. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar