Hendri Septa Pimpin Rombongan Takziah ke Istana Gubernur Sumbar

Al Imran | Sabtu, 17-09-2022 | 19:29 WIB | 221 klik | Kota Padang
<p>Hendri Septa Pimpin Rombongan Takziah ke Istana Gubernur Sumbar<p>

Wako Padang, Hendri Septa menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya abak gubernur Sumbar, Mardanis St Tanameh bin Musa dalam usia 83 tahun di istana gubernuran, Jumat malam. (humas)

PADANG (16/9/2022) - Wali Kota Padang, Hendri Septa bersama sejumlah staf serta tokoh masyarakat dan ulama, bertakziah ke istana gubernur Sumbar, Mahyeldi, Jumat malam.

Atas kedatangan rombongan besar ini, Mahyeldi mengucapkan terima kasih atas rasa duka yang disampaikan terhadap rahimahullah, Mardanis St Tanameh bin Musa dalam usia 83 tahun.

Takziah yang diawali dengan lantunan ayat suci al Quran tersebut dilanjutkan dengan tausyiah oleh Maigus Nasir. Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PAN ini menjelaskan tiga tujuan takziah.


Yaitu, takziah bukan sekadar menengok atau melayat orang yang meninggal, melainkan juga mendorong keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar serta menghibur orang yang sedang ditimpa musibah agar yang ditimpa musibah tidak larut dalam kesedihannya, mendoakan dan memohon ampunan bagi yang telah meninggal.

Sementara, Hendri Septa dalam sambutannya mengatakan, kepergian Abak jadi pelajaran untuk mempersiapkan kematian dan memberikan kekuatan jika sewaktu-waktu ditinggal dengan orang yang tersayang.

"Kami minta maaf, buya, tidak sempat mengantar Abak sampai ke kuburan. Kami doakan semoga Abak yang meninggalkan Buya dan keluarga, husnul khotimah," ucap Hendri.

Mahyeldi mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pejabat lingkup Kota Padang serta tokoh masyarakat yang datang bertakziah.

Sebagai ahli waris, Mahyeldi menyampaikan, jika ada janji atau utang Abak yang belum tersampaikan atau terlunaskan, beliau sebagai ahli waris siap untuk menggantinya.

"Jika ada utang-piutang atau janji abak atau janji yang belum terselesaikan, kami sebagai ahli waris siap untuk menepati janjinya tersebut," ucap Mahyeldi.

Dikesempatan itu, Mahyeldi bercerita tentang keseharian beliau sejak kecil bersama Abak. Dia mengatakan, Abak merupakan seorang yang selalu dijadikan contoh dan pedoman hidup.

Sosok Abak yang sejak dulu sudah banting tulang bekerja keras untuk menafkahi keluarganya, menjadikan contoh gubernur sebagai kepala daerah dan pemimpin dalam keluarga melakukan hal yang sama pula.

"Waktu saya kelas empat SD, saya mengantarkan payung untuk Abak yang sedang berjualan di Pasar Bawah Bukittinggi. Waktu itu kondisi Abak sedang sakit," kenang Mahyeldi.

Mahyeldi bercerita, sejak dulu, Abak sudah hobi berjualan. Dari menjual ikan di pasar sampai menjual makanan kecil. Hal tersebut yang jadi pelajaran yang berharga bagi dirinya, sehingga membentuk kepribadiannya yang disiplin dan mandiri.

Turut Hadir dalam dalam Takziah tersebut, Asisten III Setda Prov Sumbar, Andri Yulika, Kepala Bapedda, Medi Iswandi dan lainnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar