Selingkuh, Ini 3 Penyebabnya Menurut Syariat Islam, Azabnya Mengerikan

Al Imran | Selasa, 20-09-2022 | 21:58 WIB | 142 klik | Nasional
<p>Selingkuh, Ini 3 Penyebabnya Menurut Syariat Islam, Azabnya Mengerikan<p>

Ilustrasi.

PERSELINGKUHAN saat ini menjadi barang yang sering kita temui di berita dan media sosial. Bukan hanya suami, bahkan seorang istri pun kini banyak yang melakukan perselingkuhan. Padahal, selingkuh adalah jalan menuju perbuatan zina yang keji.

Melakukan perselingkuhan sama artinya dengan melakukan pengkhianatan. Selingkuh adalah salah satu bentuk zina karena dengan perbuatan tersebut pelakunya bisa juga melakukan zina hati.

Mendekati zina saja sudah tidak boleh, apalagi melakukannya. Terlebih lagi jika perselingkuhannya menghantarkan kepada sebenar-benarnya zina (zina kemaluan).


Perselingkuhan juga bisa disebut sebagai pengkhianatan dikarenakan sudah ingkar dari sebuah perjanjian.

Ini bahaya selingkuh menurut ajaran Islam:

1. Perselingkuhan dapat terjadi akibat tidak bisa menahan pandangan kemaluan

Selingkuh terjadi karena suami atau istri tidak bisa menahan godaan atau menahan pandangannya dari apa yang diharamkan.

Seperti setelah menikah, kita jangan sekali-kali menjalin hubungan atau tertarik dengan orang lain. Hal ini dikarenakan bisa terjerumus ke dalam perbuatan zina.

Allah SWT dalam firmannya Surat An-Nur ayat 30 berkata:

Qul lil-mu'minina yaguddu min absarihim wa yahfazu furujahum, zalika azka lahum, innallaha khabirum bima yasna'un

Artinya:

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Selain itu, setiap pasangan harus senantiasa menahan pandangan, kemaluan dari hal-hal yang di luar batas. Tujuannya agar bisa sama-sama menahan diri dari godaan setan, sehingga dapat menjaga keharmonisan pernikahan.

2. Berselingkuh juga bisa mendapatkan dosa

Berkhianat atau mengingkari janji pun akan terkena imbasnya. Perbuatan tersebut termasuk perselingkuhan dalam rumah tangga.

Dalam bahasa Arab, berlaku curang disebut al ghisy. Curang ini bisa berlaku tidak jujur alias main belakang. Perlu diketahui bahwa orang yang berselingkuh termasuk melakukan ghisy.

Hal ini dikarenakan, ia menyembunyikan hubungan gelap dari pasangannya yang jika perbuatannya diketahui, maka pasangannya akan marah dan benci. Padahal ghisy ini termasuk dosa besar. Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Siapa pun yang Allah takdirkan ia menjadi pemimpin bagi rakyatnya, kemudian ia mati dalam keadaan berbuat ghisy (tidak jujur) kepada rakyatnya. Pasti Allah akan haramkan ia surga."

Tentu saja, suami seharusnya menjadi pemimpin keluarga. Namun dalam perselingkuhan, bukan suami saja yang harus menjaga diri, namun istri juga harus bisa saling menjaga kepercayaan masing-masing.

3. Perselingkuhan bisa memicu zina

Melakukan zina termasuk perbuatan yang keji dan sangat buruk di mata Allah. Begitu juga dengan perilaku berselingkuh karena menyakit hati pasangan dan keluarga.

Tentunya perilaku selingkuh ini tidak boleh dilakukan karena memicu perzinahan jika terus dilakukan, serta mencederai pasangan.

Allah SWT dalam firmannya Surat Al-Isra ayat 32 mengatakan:

Wa la taqrabuz zina innahu kana fahisyah, wa sa'a sabila

Artinya:

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."

Bahkan, zina pun berasal dari berbagai jalan. Untuk itu, baik suami maupun istri harus terus menjaga kemaluan dan pandangannya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim juga telah dijelaskan bahwa selingkuh bisa terjadi lewat berbagai bentuk.

"Sesungguhnya Allah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya."

Ancaman bagi orang-orang yang jadi peselingkuh, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bercerita tentang mimpinya, menyebutkan beberapa hukuman yang Allah berikan kepada manusia karena pelanggaran mereka yang beraneka ragam, di antaranya'

"Kemudian kami berlalu, lalu sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran." Perawi hadits berkata, "Sepertinya beliau juga bersabda, 'Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan.'" Beliau melanjutkan, "Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku bertanya (pada Jibril dan Mika'il), 'Siapa mereka?' Keduanya menjawab, 'Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.' (HR.Al-Bukhari no.7047).

Semoga kita semua terlindung dari perbuatan ini. Wallahu a'lam. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar