KPU Riau Hadiri Perkenalan Aplikasi SIAKBA, Simak Tujuan dan Manfaatnya

Al Imran | Kamis, 22-09-2022 | 10:45 WIB | 280 klik | Nasional
<p>KPU Riau Hadiri Perkenalan Aplikasi SIAKBA, Simak Tujuan dan Manfaatnya<p>

Ketua Divisi SDM, Organisasi dan Litbang KPU RI, Parsadaan Harahap memberikan arahan pada rapat uji coba dan pembahasan panduan teknis SIAKBA, di Ball Room Hotel Pulman Jakarta Central Park, Rabu.

JAKARTA (21/9/2022) - KPU RI kembangkan Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc atau SIAKBA.

Aplikasi ini merupakan salah satu jawaban dalam mewujudkan tantangan digitalisasi Pemilihan Umum (Pemilu) dalam hal pengadministrasian sumber daya manusia (SDM) penyelenggara Pemilu.

"Aplikasi ini masih relatif baru dan dirancang untuk menghadapi Pemilu 2024. Untuk mendapatkan berbagai masukan dari para pihak, KPU RI telah melakukan kajian secara komprehensif dengan berbagai pihak yang relevan," ungkap Ketua Divisi SDM KPU Riau, Nugroho Noto Susanto, Rabu.


Dikatakan Nugroho, sosialisasi aplikasi SIAKBA ini dikenalkan KPU RI pada jajaran se Indonesia, pada 20-22 September 2022, khususnya divisi yang membidangi SDM.

Selain Komisioner, ikut serta juga sekretariat setingkat Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian.

"KPU Riau hadir memenuhi undangan KPU RI, bersama dua staf sekretariat bagian SDM KPU Riau. Kami menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh KPU RI, dan sejatinya inilah yang ditunggu oleh KPU se - Indonesia," ungkap dia.

"Selama ini kita kesulitan dalam melakukan pelacakan dan pendokumentasian Anggota KPU Kabupaten/Kota dan apalagi di Badan Adhoc. Sehingga lahirnya SIAKBA menjadi jawaban atas persoalan yang selama ini kita hadapi," tambah Nugroho.

Rapat uji coba dan pembahasan panduan teknis SIAKBA dilaksanakan di Ball Room Hotel Pulman Jakarta Central Park. Rapat uji coba dan pembahasan panduan teknis SIAKBA dibuka Ketua KPU RI, Hasyim Asyari diwakili oleh Ketua Divisi SDM, Organisasi dan Litbang KPU RI, Parsadaan Harahap.

Karena Ketua KPU RI sedang menjalankan tugas lain, maka sambutan Ketua KPU RI disampaikan secara tertulis oleh Ketua Divisi SDM Organisasi dan Litbang KPU RI, Parsandaan Harahap.

Hadir juga Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Internal KPU, Mochammad Afifuddin dan Ketua Divisi Data Informasi KPU, Betty Epsilon Idroos, Karo SDM KPU RI, Wahyu Yudi Wijayanti.

Dalam sambutan tertulisnya, Hasyim Asyari menyatakan, lahirnya SIAKBA akan memiliki banyak urgensi dalam proses seleksi Anggota KPU dan Badan Adhoc.

Disebutkan, ada tiga urgensi dengan penggunaan sistem informasi SIAKBA tersebut yakni pertama adalah database para penyelenggara membutuhkan tempat tersendiri pada sistem digital;

Kedua adalah adanya proses rekrutmen baik Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun Badan Ad Hoc;

Ketiga, adalah bentuk transparansi pada proses seleksi.

Sementara itu, Ketua Divisi SDM, Organisasi dan Litbang KPU RI, Parsadaan Harahap menyampaikan, bahwa SIAKBA ini merupakan ikhtiar KPU dalam menjawab berbagai tantangan dalam seleksi dan pengadministrasian Anggota KPU dan badan Adhoc.

"SIAKBA merupakan jawaban dari berbagai permasalahan yang muncul saat seleksi anggota KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, dan Badan Adhoc."

"Untuk itu kami mengundang KPU Provinsi untuk menguji sistem informasi yang sudah kita buat," kata Parsadaan Harahap.

Parsadaan menambahkan, KPU RI juga akan mengundang KPU Kab/Kota se-Indonesia untuk menyosialisasikan sistem informasi tersebut. Sehingga KPU se - Indonesia memahami sistem kerja SIAKBA.

Mochammad Afifuddin, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Internal mengingatkan pentingnya keabsahan dan autentisitas dokumen calon dan penyelenggara Pemilu.

Hal itu penting untuk mereduksi potensi sengketa di DKPP pada proses seleksi Anggota KPU di daerah dan Badan Adhoc.

"Berkaca dari tahapan seleksi Anggota KPU maupun Badan Adhoc periode Pemilu 2019, banyak sekali sengketa yang diadukan ke DKPP," kata Afifudin.

"Artinya terdapat potensi permasalahan dan pelanggaran berkaitan dengan seleksi Anggota KPU Provinsi, Kab/Kota, dan Badan Adhoc."

"Keabsahan dan autentifikasi dokumen yang diunggah harus menjadi perhatian penting kita. Jangan sampai tidak cermat, membuat kita lengah atas adanya dokumen yang tidak autentik," ujar Afifuddin.

Betty Epsilon Idroos, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU RI memberi apresiasi atas lahirnya SIAKBA.

Betty menegaskan pentingnya memperhatikan aspek sosialisasi dan keamanan dari sistem informasi tersebut.

"Sebagai Kadiv Datin, saya mengapresiasi adanya SIAKBA. Dengan sudah lahirnya SIAKBA, tugas berikutnya adalah sosialisasi," ujarnya.

"Aplikasi ini harus andal dan tangguh. Tidak ada lagi 502. Syaratnya tidak boleh nambah fitur di tengah jalan. SIAKBA adalah upaya mendokumentasikan dari hulu hingga akhir," ungkapnya.

"Semua akan didokumentasikan dari KPU RI, KPU Provinsi, KPU Kab/Kota, PPK, PPS, KPPS, KPPSLN, dan Pantarlih. Ketika aplikasi ini bisa diakses orang luar, keamanan aplikasi ini menjadi penting;" tegas Betty Epsilon Idroos.

Dalam rapat uji coba dan pembahasan panduan teknis SIAKBA, selain membedah juga dibentangkan beberapa materi yang mendukung peningkatan kapasitas KPU se-Indonesia dalam memperkuat digitalisasi Pemilu.

Di antara materi yang disajikan adalah pertama Penatakelolaan e-Government, kedua Penyelenggaraan Sistem Elektronik, ketiga Kebijakan di bidang keamanan informasi, keempat Penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan siber.

Narasumber yang dihadirkan adalah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Siber dan Sandi Negara. (pl2)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar