Nagari Lubuak Batingkok jadi Desa Digital Pertama di Sumatera

Al Imran | Kamis, 22-09-2022 | 11:55 WIB | 155 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Nagari Lubuak Batingkok jadi Desa Digital Pertama di Sumatera<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menerima cenderamata dari Muhammad Ihsan (GM PT Telkom Witel Sumbar) pada peluncuran aplikasi SimpleDesa dari Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom Indonesia di Nagari Lubuak Batingkok, Rabu. (humas)

LIMAPULUH KOTA (21/9/2022) - Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau jadi 'Desa Digital' pertama di Pulau Sumatera yang menggunakan aplikasi SimpleDesa dari Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom Indonesia.

Aplikasi ini untuk menunjang kinerja pemerintahan nagari atau desa berbasis cloud.

Peresmian yang mengambil tema 'Nagari Madani, Lubuak Batingkok Berinovasi' itu dipusatkan di kawasan wisata Kilalang, Jorong Tigo Balai. Dalam kesempatan yang sama, Nagari Lubuak Batingkok juga diresmikan sebagai Nagari Wisata Digital.


Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pelepasan balon oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Rabu.

Ikut hadir mendampingi gubernur, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, General Manager PT Telkom Witel Sumbar, Muhammad Ihsan, Camat Harau dan Wali Nagari Lubuak Batingkok, Yon Elvi.

Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti nagari wisata dan nagari digital serta penanaman bibit pohon durian oleh Mahyeldi, di kawasan wisata yang telah mendapat piagam penghargaan sebagai 300 Besar Desa Wisata, dalam Anugrah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 tersebut.

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengapresiasi PT Telkom Indonesia menjadikan Nagari Lubuak Batingkok sebagai nagari pertama di Sumatera untuk peluncuran Smart Village Nusantara.

Program tersebut sangat mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumbar dalam hal menghadirkan wisata nagari dan juga digitalisasi.

"Ini satu hal positif. Sudah sangat jelas banyak sekali manfaat digitalisasi di nagari. Lubuak Batingkok menjadi terbuka aksesnya ke dunia luar," ungkap Mahyeldi.

"Selain itu juga akan membuka peluang bisnis dengan lebih mudah, murah dan cepat," tambahnya.

Apalagi, menurut Mahyeldi, Nagari Lubuak Batingkok memiliki banyak potensi wisata unik, kuliner khas, wisata edukasi maupun sejarah.

Terkait wisata sejarah, di nagari ini pernah terjadi peristiwa penyerangan penjajah Belanda terhadap pejuang PDRI, hingga menghanguskan 49 rumah masyarakat.

Mahyeldi kemudian meminta agar di lokasi tersebut dibuatkan monumennya.

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra juga menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemprov Sumbar dan PT Telkom sehingga menjadikan Nagari Lubuak Batingkok sebagai nagari yang menggunakan aplikasi SimpleDesa pertama di Sumbar.

"Terimakasih atas dukungan gubernur dan Telkom menghadirkan teknologi di nagari. Kami berharap di nagari lain juga mendapat fasilitas yang sama," harap Deni.

Hal yang sama juga menjadi harapan GM PT Telkom Witel Sumbar, Muhammad Ihsan.

Menurut pria berdarah Minang ini, kehadiran Lubuak Batingkok sebagai nagari pertama dilaunching yang menggunakan aplikasi SimpleDesa, dapat menjadi pionir bagi nagari dan desa lain di Sumbar.

"Saat ini Telkom telah lakukan penarikan jaringan di 3 jorong di Lubuak Batingkok. Semoga jadi penggerak ekonomi nagari dan Sumbar. Untuk nagari lainnya di Sumbar, kita siap dukung," tegas Muhammad Ihsan.

Selain penguatan jaringan dan aplikasi, Wali Nagari Lubuak Batingkok, Yon Elvi dalam sambutannya juga meminta kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi agar melakulan pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Kilalang yang potensial.

"Nagari wisata atau nagari digital suatu hal yang baru bagi kami. Dengan pengalaman yang baru dan sarana prasarana yang minim, kami berupaya dan bersemangat seluruh unsur masyarakat untuk membesarkan nagari."

"Dengan telah adanya jaringan telekomunikasi dan digitalisasi melalui aplikasi SimpleDesa, segala urusan administrasi masyarakat nagari benar-benar simple. Semoga kedepan juga ada perbaikan dan pelebaran jalan di nagari kami ini," pinta Yon Elvi. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar