Yuliandre: Media Massa Tak Lagi Informatif dan Mengedukasi

Al Imran | Kamis, 22-09-2022 | 14:44 WIB | 172 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Yuliandre: Media Massa Tak Lagi Informatif dan Mengedukasi<p>

Komisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis saat jadi pemateri pada Bimbingan Teknis guna memperkuat kualitas konten isi siaran televisi maupun radio yang digelar KPID Sumatera Barat, di Padang. (istimewa)

PADANG (19/9/2022) - Komisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis menegaskan, media massa itu berfungsi sebagai penyampai informasi dan mengedukasi (to inform and educate) masyarakat.

"Masyarakat sangat butuh media yang memberikan informasi sekaligus mengedukasi. Walaupun di-endingnya ada entertain, tapi kita anggap itu bonus," kata Yuliandre di Padang,

Fakta hari ini, ungkap dia, yang terlihat dari media hanyalah sisi entertain-nya saja. "Sisi informatif dan edukasi tak terlihat jelas sekarang ini, disampaikan praktisi media," tegasnya.


Hal itu dikatakan Yuliandre, saat jadi pembicara pada Bimbingan Teknis guna memperkuat kualitas konten isi siaran Televisi maupun radio di Sumatera Barat yang digelar KPID di Padang.

Selain Yuliandre Darwis, pemateri lainnya, Ketua KPID Sumatera Barat, Dasrul, Marwansyah (Kabag di Biro Adpim), seluruh Komisioner KPID Sumbar, staf pemantau KPID Sumbar dan Lembaga Penyiaran Sumatera Barat.

Dikesempatan itu, Dasrul mengatakan, bidang pengawasan tetap melaksanakan komunikasi dengan intens, dengan lembaga-lembaga penyiaran untuk menjaga jangan sampai hal-hal, seperti kesalahan-kesalahan teknis yang terdapat dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS).

"Komunikasi yang intens perlu dilakukan pada lembaga-lembaga penyiaran yang ada di Sumbar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari lembaga-lembaga penyiaran terhadap konten-konten penyiaran yang bagus," ungkap dia.

Dasrul menyampaikan, dengan begitu pihak sponsor akan memilih, karena telah melihat kualitas yang ditampilkan dan juga baik bagi masyarakat yang menonton siaran yang tidak pantas untuk ditonton, terutama untuk anak-anak yang masih di bawah umur.

Dikatakan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) juga akan melakukan kerjasama dengan para konten kreator yang berada di Sumatera Barat, sehingga mereka tidak membuat atau memproduksi konten yang menyalahi P3SPS tersebut.

"Mari sama-sama kita jadikan konten yang kita buat itu jadi konten yang kreatif dan jadi tuntunan untuk kita semua," ujar Dasrul. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar