Wagub Sumbar Saksikan Hari Tanpa Bayangan dari Tugu Equator

Al Imran | Jumat, 23-09-2022 | 22:32 WIB | 163 klik | Kab. Pasaman
<p>Wagub Sumbar Saksikan Hari Tanpa Bayangan dari Tugu Equator<p>

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Sabar AS (Wabup Pasaman) dan pimpinan BMKG, menyaksikan hari tanpa bayangan di Tugu Equator, Pasaman, Kamis. (humas)

PASAMAN (23/9/2022) - Pada Kamis (22/9/2022) siang, Matahari menyentuh titik kulminasinya. Hal ini menyebabkan bayangan akan berada tegak lurus, sehingga seolah-olah tanpa bayangan.

Fenomena alam ini, diamati Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy dari Museum Imam Bonjol, Pasaman, Jumat. Di kesempatan itu, juga digelar Pasaman Equator Festival 2022 yang puncaknya perayaan titik kulminasi matahari.

Festival yang sudah dimulai sejak Selasa, (20/9/2022) ini dimeriahkan wisata edukasi, pentas seni dan bazar UMKM hingga Sabtu (24/9/2022) besok.


Audy Joinaldy mengatakan, keunikan geografis Pasaman yang dilalui garis Khatulistiwa atau Equator ini, merupakan potensi daya tarik bagi Pasaman sebagai daerah tujuan wisata baru.

"Sebagai daerah yang memiliki daya tarik pariwisata yang unik ini, sudah semestinya kepariwisataan menjadi hal yang penting di Pasaman. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan kepariwisataan yang berkelanjutan serta branding yang baik," kata Audy.

Dia mengatakan, melalui upaya promosi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, ia optimistis Pasaman bisa bersaing dengan daerah lainnya baik di tingkat provinsi, nasional maupun mancanegara.

Masih dalam rangka mendukung pemulihan pariwisata, Audy juga menyampaikan pada tanggal 1 Oktober 2022 nanti, entry point Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akan dibuka kembali dengan rute penerbangan pertama Kuala Lumpur-Padang dan Padang-Kuala Lumpur.

"Hal itu, merupakan langkah awal yang baik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS mengatakan, Perayaan Titik Kulminasi Matahari ini mampu meningkatkan daya tarik kepariwisataan Kabupaten Pasaman. Ke depan, ia menuturkan, akan semakin banyak iven-iven berkualitas yang diselenggarakan di tanah kelahiran Tuanku Imam Bonjol itu.

"Festival kulminasi matahari yang dirayakan dua kali dalam setahun ini sudah absen selama pandemi. Setelah hadir kembali festival ini akan menjadi momen pemulihan ekonomi bagi Pasaman terutama dalam sektor pariwisata," pungkasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar