28 SMK di Sumbar Berubah Status jadi BLUD

Mahyeldi Janjikan Alat Potong Sapi Karya Siswa SMKN 2 Payakumbuh jadi Program Bantuan Pemprov

Al Imran | Rabu, 28-09-2022 | 17:53 WIB | 355 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mahyeldi Janjikan Alat Potong Sapi Karya Siswa SMKN 2 Payakumbuh jadi Program Bantuan Pemprov<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama jajaran memukul gendang tanda diresmikannya 28 SMK di Sumbar jadi BLUD di aula kantor gubernur, Rabu. (humas)

PADANG (28/9/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan, untuk memberikan yang terbaik bagi anak bangsa, harus dilakukan pembimbingan dan dorongan agar SMK se-Sumbar bisa lebih maju dan berdaya.

"Dengan dijadikan 28 SMK di Sumbar sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), OPD lain harus turut andil. Jangan hanya Dinas Pendidikan saja," ujar Mahyeldi saat meluncurkan BLUD SMKA se-Sumbar, di aula kantor gubernur, Rabu.

Sebanyak 28 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Sumatera Barat, resmi jadi BLUD yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Barat pada perwakilan lima kepala SMK.


Perubahan status ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.

Diharapkan, perubahan status ini mampu meningkatkan mutu pendidikan siswa SMK sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Mahyeldi kemudian mencontohkan peran serta OPD lain dengan produk batik yang dihasilkan SMKN 8 Padang, maka Dinas Pariwisata bisa ikut bantu untuk promosinya.

"Kita, pegawai di OPD, wajib memakai dan membeli produk batik hasil karya siswa-siswi SMK," ungkap Mahyeldi.

Dia berharap, dengan menerapkan sistem BLUD diharapkan SMK bisa lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangannya.

"Pengembangan Teaching Factory (TEFA) selama ini mengalami kendala di SMK, dalam pengelolaan keuangan. Untuk mengatasi kendala tersebut, agar pengelolaan TEFA berjalan lancar di SMK, maka perlu dibentuk BLUD sebagai payung hukum dalam pengelolaan keuangan di SMK," papar Mahyeldi.

Di kesempatan tersebut, Mahyeldi juga mengunjungi beberapa stand-stand pameran UMKM yang ada di aula kantor gubernur. Ada salah satu stand yang menarik perhatian, yaitu stand SMK 2 Payakumbuh yang menciptakan alat pemotong sapi.

Mahyeldi mengapresiasi alat pemotongan sapi tersebut. Menurutnya, alat tersebut bermanfaat untuk memudahkan proses pemotongan hewan qurban nantinya. Dia berjanji, akan memfasilitasi masjid-masjid untuk memiliki alat pemotong sapi tersebut.

"Alat potong sapi ini, suatu inovasi yang luar biasa. Selain memudahkan proses penyembelihan, dengan alat ini hewan qurban yang akan dipotong tidak stress dan mengamuk," ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Barlius mengatakan, tujuan kegiatan peluncuran BLUD ini untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan siswa, dalam menciptakan berbagai macam karya yang memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar kerja, mengembangkan bakat potensi dan kreatifitas siswa, serta penguatan kelembagaan SMK.

Dengan BLUD, juga membuat pelayanan di SMK Negeri jadi efektif dan efisien. Karena, pihak sekolah bebas berinovasi. Penerapan BLUD di SMK didukung dengan adanya penerapan TEFA. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar