Kopi dan Rokok Merupakan Pasangan yang Buruk bagi Kesehatan, Ini 4 Anjuran Ngupi Sehat

Al Imran | Jumat, 07-10-2022 | 21:41 WIB | 2392 klik | Nasional
<p>Kopi dan Rokok Merupakan Pasangan yang Buruk bagi Kesehatan, Ini 4 Anjuran Ngupi Sehat<p>

Ilustrasi segelas kopi.

SEBAGIAN orang Indonesia, kopi dan rokok jadi sebuah gaya hidup yang tak terpisahkan. Secangkir kopi itu, juga kerap ditambahi dengan seduhan gula pasir.

Bagi pecandu rokok, kopi agak pahit-pahit manis itu, jadi kenikmatan tersendiri dalam menikmati kepulan udut. Apalagi jika dilakukan malam hari saat begadang.

Jika anda merupakan bagian dari ilustrasi di atas, mulailah berhati-hati. Bukan manfaat minum kopi yang didapatkan tubuh, tapi malah bisa menjadi racun.


Sebab, kopi dan rokok merupakan kombinasi yang sangat buruk bagi tubuh. Keduanya mengandung zat stimulan yang mempengaruhi aliran darah. Jadi, mengonsumsinya bersamaan akan sangat membebani kerja jantung.

Selama sesuai dengan anjuran yang diberikan, minum kopi memiliki manfaat yang baik bagi tubuh. Agar Anda tidak asal-asalan mengonsumsi minuman pahit ini, perhatikan anjuran dan cara minum berikut ini.

1. Jauhi Kopi Instan

Anjuran terakhir agar Anda merasakan manfaat minum kopi adalah jauhi produk-produk instan. Apalagi jika jenis seduhan kopinya merupakan campuran dengan susu seperti cappuccino atau latte.

Pasalnya, produk instan kerap menggunakan serbuk jagung sebagai pengental. Sehingga jika diperhatikan pada bagian belakang kemasan, kalori yang terkandung dalam secangkir kopinya sangat tinggi.

Dalam penelitian yang dipublikasikan European Journal of Pharmaceutical and Medical Research, sebanyak 30 orang dewasa, pria dan wanita sehat, diberikan kopi instan tiap pagi dan sore selama 14 hari. Hasilnya, wanita dalam percobaan tersebut mengalami kenaikan berat badan setelah percobaan.

2. Jangan Minum Terlalu Banyak

Ada sebuah pepatah bijak yang berbunyi, "Terlalu banyak sesuatu yang baik justru akan berakibat buruk." Sama seperti kopi, jika diminum terlalu banyak bisa berbahaya bagi tubuh Anda. Efek samping terlalu banyak ngopi di antaranya sakit perut, mual, gelisah, dan detak jantung meningkat.

Lalu berapakah dosis yang tepat? Jawabannya adalah tergantung dengan berat badan, golongan darah, usia, dan ketahanan Anda terhadap kafein. Sehingga, dosis maksimal setiap orang bisa berbeda-beda.

Meski begitu, banyak ahli gizi yang sepakat batas aman mengonsumsi minuman ini adalah 300 hingga 400 mg per hari. Jika bingung menimbangnya, kira-kira dua cangkir ukuran normal dalam sehari.

3. Hindari Krimer

Setelah menghindari gula, hal kedua yang harus dihindari adalah krimer. Meski tidak merusak manfaat minum kopi, tapi krimer sendiri mengandung bahan-bahan yang kurang sehat bagi tubuh.

Krimer ini tidak sehat sebab lebih banyak menggunakan bahan-bahan seperti minyak kelapa atau minyak sayuran. Sehingga, jumlah kalori dan lemak jenuh dalam minuman Anda akan meningkat. Ditambah lagi, banyak bahan-bahan yang tidak alami dalam komposisi krimer.

Beberapa orang menambahkan krimer saat ngopi agar rasanya lebih nikmat. Jika Anda memang tidak suka kopi hitam, lebih baik tambahkan susu full cream atau heavy cream ke dalam minuman.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nestle Research Center, penambahan krimer terbukti membuat kinerja asam klorogenat dalam darah menurun. Sementara penambahan whole milk ke dalam kopinya tidak mempengaruhi kinerja zat tersebut.

4. Jangan Tambahkan Gula

Meski identik dengan rasa pahit, biji tanaman coffea ini memiliki kandungan gula alami di dalamnya. Bahkan setelah di-roasting, kandungan gula dalam bijinya tidak hilang dan malah terkaramelisasi.

Selain memiliki gula alami, dalam bijinya terdapat juga asam klorogenat yang membakar lemak darah menjadi energi. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa setelah ngopi, seseorang langsung akan merasa lebih fokus dan semangat.

Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia mengonsumsi minuman ini dengan gula. Sehingga, pembakaran lemak darah tidak terjadi karena tubuh mengambil energi dari gula.

Maka agar manfaat minum kopi tidak hilang percuma, jangan menambahkan gula. Cobalah biasakan lidah Anda dan temukan kenikmatan di balik rasa pahitnya. Gunakan produk yang menjual biji kopi berkualitas terbaik agar momen ngopi Anda tetap nikmat. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar