Budidaya di Kawasan Perhutanan Sosial

Miliki 22 Stup, KTH Batu Gajah Sepakat Produksi 20 Liter Madu Kelulut per Bulan

Al Imran | Sabtu, 08-10-2022 | 19:42 WIB | 354 klik | Kab. Agam
<p>Miliki 22 Stup, KTH Batu Gajah Sepakat Produksi 20 Liter Madu Kelulut per Bulan<p>

Ketua KTH Batu Gajah Sepakat, Yudi Kurnia memanen madu dari kelulut di areal perkebunan pisang di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Jumat. (humas)

AGAM (8/10/2022) - Kelompok Tani Hutan (KTH) Batu Gajah Sepakat, budidayakan madu galo-galo di kawasan perhutanan sosial yang diintegrasikan dengan tanaman pisang bertempat di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah.

"Kita memulai usaha ini sekitar setahun lalu, hingga kini masih berjalan dengan baik," ujar Ketua KTH Batu Gajah Sepakat, Yudi Kurnia, Jumat.

Sebelumnya, kata Yudi, Palupuah dapat bantuan dalam mengembangkan usaha ini sebanyak 200 stup untuk 10 KTH.


"Karena KTH Batu Gajah Sepakat dinilai bersemangat, maka kita dapat bantuan 22 stup," sebutnya.

Dikatakan, usaha madu galo-galo ini tidak sulit, hanya lakukan pengawasan dari hewan yang akan memangsa kelulut (lebah tanpa bisa) ini.

"Kelulut akan keluar untuk mencari makan dengan sendirinya," kata Yudi Kurnia.

Dalam usaha ini, KTH Batu Gajah Sepakat memanen 1 kali sebulan, dengan sekali panen bisa menghasilkan sekitar 20 liter madu.

"1 stup bisa menghasilkan madu 750 ml-800 ml. Sedangkan dalam penjualan menggunakan botol ukuran 80 ml dan 250 ml," terangnya.

Ia menjelaskan, 1 botol ukuran 80 ml dijual Rp50.000 dan 250 ml Rp150.000. Pemasaran dilakukan memanfaatkan media sosial, dan juga ada yang langsung membeli ke lokasi.

"Kita ada pelanggan tetap dari provinsi lain, bahkan madu galo-galo kita ini juga sudah dicicipi pelancong dari mancanegara," katanya.

Yudi menceritakan, madu galo-galonya itu dicicipi WNA, setelah ia menawarkan ke Cafe Luwak Coffee Rafflesia Koto Rantang.

Madu ditawarkannya untuk diaduk dengan Luwak Coffee, sehingga pengunjung cafe yang dominan dari mancanegara itu jadi tertarik.

"Berawal dari situ permintaan madu mulai meningkat, untuk memenuhinya madu kita titip di cafe itu. Bahkan ada WNA yang membawa madu ini ke negaranya seperti Belanda," jelasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar