Prevalensi Stunting Padang Pariaman 28,3 Persen, Bupati: Kita Tak Percaya Survei SSGI

Al Imran | Rabu, 12-10-2022 | 09:38 WIB | 227 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>Prevalensi Stunting Padang Pariaman 28,3 Persen, Bupati: Kita Tak Percaya Survei SSGI<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi memberikan arahan pada kegiatan Sabermas Baru (Satu Hari Bersama Masyarakat Membawa Perubahan) di Lapangan Pasar Nagari Gasan Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa. (humas)

PADANG PARIAMAN (11/10/2022) -
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, meresmikan kegiatan Sabermas Baru (Satu Hari Bersama Masyarakat Membawa Perubahan) di Lapangan Pasar Nagari Gasan Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa.

Kegiatan Sabermas Baru yang digagas Pemkab bersama Dinas.Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman ini, menurut Mahyeldi, patut ditiru oleh pemerintah kabupaten dan kota lainnya.

Kepala OPD di tiap instansi juga diharapkan dapat melakukan inovasi seperti kegiatan Sabermas Baru.


Program Sabermas Baru tersebut diketahui dilaksanakan secara serentak oleh seluruh instansi dan stakeholder terkait.

Program yang dilakukan adalah seperti pelayanan kesehatan, bantuan benih ikan, bantuan BAZNAS, pelayanan yang terkait perizinan dan administrasi kependudukan dan lainnya.

Dia juga mengapresiasi Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur yang berhasil menekan angka kematian ibu. Dia menyebut angka kematian ibu terendah di Sumbar adalah di Padang Pariaman

"Yang paling rendah jumlah kematian Ibu adalah di Kabupaten Padang Pariaman yaitu sampai bulan Agustus hanya ada 2 kematian ibu," sebut Mahyeldk.

Dia juga mengatakan, perlu adanya pemerataan tenaga dokter di puskesmas. Diketahui terdapat tiga puskesmas yang belum mempunyai dokter, yaitu Puskesmas Padang Sago, Puskesmas Limau Purut dan Puskesmas Sikabu

"Pemerataan keberadaan dokter puskesmas sangat penting dalam

meningkatkan mutu serta akses pelayanan kesehatan primer masyarakat," ucapnya.

Sementara itu Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan secara nasional pada tahun 2024 penurunan angka stunting sebesar 14 persen, namun Pemkab Padang Pariaman angka penurunan stuntingnya sudah mencapai 79 persen dengan data yang asli yang dilakukan oleh para petugas.

"Kami tidak percaya survey dari SSGI yang menyatakan prevelensi penanganan stunting Padang Pariaman mencapai 28,3 persen. Wali Nagari di tiap nagari telah berupaya keras memenuhi kebutuhan gizi, sehingga kami bisa menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang ditargetkan mencapai 0 persen,"

Mendukung pernyataan bupati, Mahyeldi juga menyatakan, kepada bupati untuk tidak khawatir, selisih hasil dari pencatatan by name by address yang dilakukan oleh tenaga gizi pada aplikasi e-PPGBM dengan hasil survey SSGI di antaranya disebabkan oleh besarnya selisih antara proyeksi data

sasaran oleh Pusdatin Kemenkes yaitu 36.722 balita dengan data real

27.961 balita (terjadi selisin jumlah sebesar 8.761 balita atau 23.8 persen).

"Oleh sebab itu, pentingnya data by name by address tersebut dilakukan intervensi penanganan sesuai dengan permasalahan yang menyebabkan terjadinya stunting," tegas Mahyeldi. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar