Harimau Mangsa Dua Ekor Anjing Petani di Kaki Gunung Singgalang

Al Imran | Jumat, 14-10-2022 | 23:13 WIB | 1034 klik | Kab. Agam
<p>Harimau Mangsa Dua Ekor Anjing Petani di Kaki Gunung Singgalang<p>

Jejak kaki harimau yang ditemukan di Puncak Kabun, Jorong Baringin, Kenagarian Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Agam, Jumat.

AGAM (14/10/2022) - Kapolsek Banuhampu, AKP Yulandi Rusadi mengimbau warga Nagari Cingkariang, umumnya warga di Kecamatan Banuhampu, tentang bahaya harimau yang diketahui berkeliaran di kawasan sekitar kaki Gunung Singgalang itu.

"Jumat pagi ini, ditemukan jejak harimau yang masih segar serta sisa bagian tubuh dua ekor hewan peliharaan jenis anjing, milik Roni Saputra (28) petani di Jorong Baringin Nagari Cingkariang Kecamatan Banuhampu, pada Jumat sekitar pukul 07.30 WIB," ungkap AKP Yulandi, Jumat siang.

Pada Jumat pagi itu, Roni Saputra berangkat ke kebunnya yang ada di lereng Gunung Singgalang tepatnya di Puncak Kabun, Jorong Baringin, Kenagarian Cingkariang. Sesampainya di kebun, dua ekor anjing yang diikat di pondok samping kebun, tak ditemukan lagi keberadaannya.


Kemudian, disekitar pondok, juga ditemukan beberapa jejak kaki binatang diduga harimau dengan ukuran berbeda. Diperkirakan, ada dua ekor harimau dewasa dan juga ada jejak kaki harimau ukuran kecil (diduga anak harimau).

Atas kejadian ini, Roni melaporkan kejadian ini pada Kepala Jorong Baringin, Walinagari Cingkariang dan Bhabinkamtibmas, Aiptu Rijuismain.

Atas informasi ini maka Bhabinkamtibmas melaporkan kepada Kapolsek Banuhampu Sei Puar sehingga Kapolsek memerintahkan beberapa orang personil Bhabinkamtibmas untuk mengecek kebenaran informasi tersebut ke lokasi kejadian.

Atas perintah Kapolsek Banuhampu Sei Puar maka sebanyak 4 orang Personil Bhabinkamtibmas bersama Kepala Jorong Tanah Biriang dan Jorong Baringin serta warga masyarakat berangkat ke TKP di Puncak Kabun.

"Sesampainya di kebun milik Roni Saputra, memang ditemukan beberapa bentuk jejak kaki hewan yang diduga adalah harimau dengan ukuran berbeda," ungkap AKP Yulandi.

Dugaan ini, terang dia, diperkuat dengan informasi bahwa pada Rabu tanggal 12 Oktober 2022, juga telah hilang sebanyak lima ekor anjing dan sapi milik masyarakat Jorong Caruak (lereng Gunung Singgalang-red), Nagari Koto Tuo, Kec IV Koto.

"Di seputaran kandang ternak yang hilang ini, juga ditemukan beberapa jejak kaki diduga hewan harimau sebagaimana kejadian hari ini," ungkap AKP Yuliandi.

Atas temuan ini, AKP Yuliandi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jika pergi ke ladang yang ada di lereng Gunung Singgalang.

Ini Imbauan Kapolsek Terkait Harimau

  • 1. Agar warga masyarakat yang berkebun disekitar Puncak Kabun lebih kurang 10 orang warga untuk sementara waktu kedepan tidak dulu pergi ke kebunnya termasuk 1 (satu) Keluarga yang tinggal di puncak kabun An. Pen bersama istrinya Bet dan 3 (tiga) orang anaknya, untuk dapat mengungsi sementara sampai situasi aman.
  • 2. Agar Bhabinkamtibmas Nagari Pakan Sinayan, Nagari Sungai Tanang, Nagari Batagak dan Nagari Padang Laweh yang berdekatan dengan Nagari Cingkariang, untuk menyampaikan kepada masing masing Walinagari serta para Wali Jorong daerah tersebut diatas untuk memperingatkan warga mereka yang juga berkebun dilereng Gunung Singgalang, agar lebih berhati-hati akan bahaya adanya Harimau liar yang berkeliaran dikebun milik warga.
  • 3. Kapolsek Banuhampu Sei Puar secara langsung melalui Komunikasi HP menghubungi Kepala BKSDA Sumbar An. Ardi dan Kasi Penindakan BKSDA Sumbar, An Khairi Ramadhan agar dapat dengan segera menurunkan personil mereka kelapangan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan Hewan Harimau liar kepada warga masyarakat petani yang ada dilereng Gung Singgalang. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar