Peredaran Narkoba Libatkan Perwira Polri, Granat Sumbar: Terbukti, Pelaku Layak Ditindak Tegas

Al Imran | Jumat, 14-10-2022 | 23:31 WIB | 854 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Peredaran Narkoba Libatkan Perwira Polri, Granat Sumbar: Terbukti, Pelaku Layak Ditindak Tegas<p>

Sekretaris Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Sumatera Barat, Fajar Rusvan.

PADANG (14/10/2022) - Sekretaris Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Sumatera Barat, Fajar Rusvan mendukung Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, untuk tak pernah gentar dalam melakukan aksi bersih-bersih di institusi korps Bhayangkara itu.

Pernyataan itu disampaikan Fajar Rusvan terkait pengungkapan kasus Narkoba yang akhirnya melibatkan jenderal bintang dua, Irjen Pol Teddy Minahasa (TM). Diketahui, TM dijemput Divisi Propam Mabes Polri, Jumat ini dengan dugaan keterlibatan dalam peredaran Narkoba.

"Narkoba ini bisa dikatakan masuk kejahatan kategori extraordinary crime. Daya rusaknya sangat luas. Karenanya, kita dukung Kapolri menyikat siapapun yang terlibat Narkoba ini. Karena, pelakunya layak ditindak tegas," ungkap Fajar di Padang, Jumat malam.


Fajar juga mengharapkan penyidik Polri, untuk selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam mengembangkan kasus Narkoba ini.

"Usut sampai ke akar-akarnya kasus Narkoba ini. Ini merupakan momentum bagi institusi Polri untuk merebut kembali kepercayaan (trust) publik pada korps baju coklat ini," terang Fajar.

Kapolri menyampaikan, Polda Metro Jaya mulanya berhasil melakukan pengungkapan kasus jaringan narkoba gelap beberapa waktu lalu.

"Kemudian dilakukan pengembangan ternyata mengarah kepada dan melibatkan anggota polisi berpangkat Bripka dan anggota polisi berpangkat Kompol dengan jabatan Kapolsek dan berkembang pada sebuah pengedar dan mengarah kepada personel berpangkat AKBP, mantan Kapolres Bukittinggi," ungkap Kapolri.

"Dari situ, kita melihat ada keterlibatan TM (Teddy Minahasa). Atas dasar hal itu, kemarin saya minta Kadiv Propam untuk jemput dan pemeriksaan terhadap Irjen TM," terang Kapolri.

"Tadi pagi telah dilaksanakan gelar perkara untuk menentukan. Saat ini, Irjen TM terduga pelanggar dan sudah dilakukan penempatan khusus," ungkap Kapolri.

Kapolri menginstruksikan Propam Polri, segera melakukan sidang etik dengan ancaman PDTH. Pun meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas kasus ini.

"Saya minta Kapolda Metro terkait kasus proses penanganan pidananya. Saya minta siapapun itu, apakah sipil, apakah Polri, bahkan Irjen TM itu diproses tuntas dan dikembangkan," jelas Kapolri. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar