Erman Safar Kisahkan Pengalaman Berjualan Nasi Goreng di Wisuda Akademi Farmasi Dwi Farma

Al Imran | Sabtu, 15-10-2022 | 16:45 WIB | 356 klik | Kota Bukittinggi
<p>Erman Safar Kisahkan Pengalaman Berjualan Nasi Goreng di Wisuda Akademi Farmasi Dwi Farma<p>

Wali Kota Bukittinggi, H Erman Safar jadi pembicara di stadium general pada wisuda lulusan XXI Akademi Farmasi Dwi Farma Bukittinggi Tahun Akademik 2021/2022, di Istana Bung Hatta, Sabtu. (hamriadi)

BUKITTINGGI (15/10/2022) - Wali Kota Bukittinggi, H Erman Safar jadi pembicara di stadium general pada wisuda, pelantikan dan angkat sumpah lulusan XXI Akademi Farmasi Dwi Farma Bukittinggi Tahun Akademik 2021/2022, di Istana Bung Hatta, Sabtu.

Pada kesempatan itu, Erman Safar menyampaikan ungkapan ikut berbahagia pada mahasiswa/i yang diwisuda.

Erman yang merupakan Kader Partai Gerindra itu, tampak memberikan semangat kepada para wisuda dan menceritakan kisah hidupnya ketika merantau ke Bandung untuk kuliah di 2005 pada D3 Akutansi Unpad, lanjut di 2007, S1 Hukum Unpad.


Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bukittinggi ini juga menceritakan bahwa, semasa kuliah, dirinys sudah mencari uang sendiri dengan menjual nasi goreng. Ini karena tuntutan orang tua (ayah-ibu-red) yang seorang PKL Soto di Bukittinggi.

"Alhamdulillah dari hasil saya menjual nasi goreng saat kuliah, bisa membayar kuliah sampai tamat," ungkap Ermam.

"Dengan penuh semangat dan ibadah pada Allah SWT, telah berikan jalan pada saat saya kuliah sambil dagang ketika merantau di Bandung," cerita suami dari dr Fiona Agyta ini.

"Saya rasa adek-adek mahasiswa bisa melakukan apapun yang halal untuk bisa mandiri, lepas dari tanggung jawab orang tua dengan ilmu yang sudah dapat di kampus tercinta ini," ungkap Erman.

"Mari banggakan orang tua kita bersama, karena ilmu yang sudah didapatkan ini bekal utama yang sudah dibiayai orang tua," lanjut Erman Safar bercerita.

"Saya yakin adek adek mahasiswa/i bisa karena banyak seumuran adek-adek tanpa kuliah, bisa sukses. Harus bisa lebih dari saya. Saat ini umur saya 36 tahun yang hanya background orang tua PKL Soto di Bukittinggi."

"Alhamdulillah di amanatkan jadi pemimpin di Bukittinggi karena modal tekad semangat dan ibadah kuat, Allah SWT memberikan saya rezeki. Saya yakin adek adek bisa lebih dari saya, dan itu saya akan bangga 5-10 tahun ke depan adek adek jadi sukses di bidangnya."

"Saya doakan dihari bahagia ini, adek adek tercapai cita citanya, Allahuma aamiin," tutup Erman Safar di wisuda XXI Akademi Farmasi Dwi Farma Bukittinggi tersebut. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar