Cegah PMK, Wagubri: Tingkatkan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat

Al Imran | Senin, 17-10-2022 | 14:33 WIB | 206 klik | Nasional
<p>Cegah PMK, Wagubri: Tingkatkan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat<p>

Wagubri, Edy Natar Nasution menghadiri pembukaan kegiatanmonitoring dan evaluasi Satgas PMK di Provinsi Riau, Senin. (humas)

PEKANBARU (17/10/2022) - Salah satu upaya pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dengan meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat.

Untuk itu, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution mengharapkan, kegiatan monitoring dan evaluasi Satgas PMK di Provinsi Riau, dapat meningkatkan pemahaman Satgas mengenai pencegahan dan mampu memberikan pemahaman ke masyarakat terkait pengendalian PMK tersebut.
"Ini lah hal-hal yang mungkin perlu kita lakukan di dalam kesempatan ini, semoga Satgas bisa bekerja cepat dan tepat tangani PMK," kata Edy di Pekanbaru, Senin.

Edy menyampaikan, sebagaimana diketahui Provinsi Riau merupakan salah satu daerah tertular PMK yang dinyatakan berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia.


Akan tetapi, terang dia, saat ini sudah ada tiga kabupaten di Riau yang sudah dinyatakan zero case PMK. Yakni Kabupaten Siak, Bengkalis dan Indragiri Hilir.

Sementara itu, terdapat pula tiga daerah yang masih bebas PMK yaitu Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti.

"PMK perlu menjadi perhatian bersama, karena dampak dari mewabahnya PMK ini tidak hanya mendeteksi hewan, namun juga berdampak pada stabilitas perekonomian negara, serta terganggunya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat," ucapnya.

Dia menjelaskan, PMK memiliki tingkat penularan yang tinggi ke ternak lainnya, hingga mencapai 100 persen dan kematian mencapai 5 hingga 10 persen.

Oleh karenanya, perlu upaya yang tepat dan ketat dari tim Satgas dalam mengendalikan kasus PMK di Provinsi Riau.

"Semoga kegiatan Monev ini dapat mempercepat penurunan kasus PMK di Riau," pungkasnya. (adv)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar