15 Penyiar Radio Dikenalkan Cara Cek Fakta, AJI Padang: Upaya Melawan Hoaks

Al Imran | Selasa, 18-10-2022 | 17:48 WIB | 241 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>15 Penyiar Radio Dikenalkan Cara Cek Fakta, AJI Padang: Upaya Melawan Hoaks<p>

Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas memberikan arahan pada pembukaan Cek Fakta yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Sabtu.

PADANG (17/10/2022) - Selama dua hari, Sabtu dan A/had (15-16/10/2022), 15 orang penyiar dari 13 radio di Sumatera Barat, ikuti pelatihan Cek Fakta yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang.

Pelatihan ini, merupakan buah kerjasama dengan AJI Indonesia dan Google Initiative. Pelatihan ini digelar di salah satu hotel di Kota Padang.

Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas mengatakan, pelatihan cek fakta ini sejak beberapa tahun lalu digencarkan oleh AJI. Tidak saja untuk peningkatan kapasitas jurnalis, namun juga melawan hoaks yang hingga kini masih marak terjadi.


"Radio masih jadi sarana utama bagi publik untuk memperoleh informasi. Ia berharap, pelatihan ini juga akan memicu kembali berkembangnya program berita di radio," harap Aidil.

Peserta pelatihan ini merupakan utusan dari Radio Sushi FM, Pesona FM, Kiara FM, Padang FM, Classy FM, RRI Padang, Star FM, Boos FM, Pronews FM, Arbes FM, Taratak FM, dan Sipp FM.

Pematerinya, Yose Hendra dari AJI Padang dan Phesi Esterju (AJI Bengkulu). Keduanya telah memperoleh lisensi sebagai pelatih Cek Fakta dari Google Initiative. Mereka dibantu dua fasilitator, Afrizal dan Fuadi Zikri dari AJI Padang.

Di hari pertama, peserta diberikan pemahaman seputar kabar bohong atau hoaks, serta peran media menyikapinya.

Peserta juga diajarkan menelusuri keaslian sebuah konten yang tersebar di media, dengan menggunakan berbagai 'tools,' lalu menganalisis hasil penelusuran itu.

Selain itu, juga diajarkan bagaimana cara mengaudit media sosial, memverifikasi lokasi dari sebuah konten.

Di hari kedua, materi dilanjutkan dengan cara memverifikasi waktu dari sebuah konten dari media. Sama halnya dengan hari pertama, peserta juga diminta untuk menganalisis hasil penelusuran tersebut.

Di hari kedua itu juga para peserta mendapatkan materi soal digital hygiene, etika pengecekan fakta dan cara memproduksi podcast.

Pelatihan ini juga membuka kesempatan bagi peserta, untuk mendapatkan fellowships dengan cara mengajukan proposal liputan/konten.

Nantinya, akan dipilih dua proposal terbaik yang berhak mendapatkan fellowships dari AJI dan Google Initiative.

Bermanfaat

Seorang peserta, Edy Chandra dari Radio Taratak FM menyebut, pelatihan cek fakta ini sangat bermanfaat baginya yang bekerja di radio.

Ilmu yang ia peroleh dari pelatihan ini dapat ia terapkan di radio tempat ia bekerja.

"Harapannya, kegiatan ini rutin digelar, kegiatan yang sama dengan tema yang berbeda bisa diadakan secara reguler. Jadi terhadap jurnalis, radio khususnya ada perhatian khusus," timpal peserta lainya, Nur Haini dari Radio Pronews FM.

Nurifa, salah seorang peserta dari Radio Star FM, mengatakan, banyak ilmu bermanfaat dan belum pernah ia terima sebelumnya selama mengikuti pelatihan cek fakta ini.

"Sebelumnya kita kan hanya searching dari google, bagaimana cara men-stalking, mengecek kebenaran fakta. Tapi, dengan pelatihan ini kita tahu lebih dalam," ujarnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar