Kasus Ginjal Akut Merebak, dr Feri Mulyani: Waspada jika Air Seni Berwarna Kecoklatan dan Pekat

Al Imran | Kamis, 20-10-2022 | 19:26 WIB | 269 klik | Kota Padang
<p>Kasus Ginjal Akut Merebak, dr Feri Mulyani: Waspada jika Air Seni Berwarna Kecoklatan dan Pekat<p>

Ilustrasi tingkat kepekatan air seni.

PADANG (20/10/2022) - Kewaspadaan orang tua dan edukasi secara intensif terhadap kasus gagal ginjal akut, perlu terus dibangun pascamerebaknya penyakit ini di kalangan anak-anak.

"Yang memiliki anak balita, dengan gejala penurunan jumlah air seni dan frekuensi buang air kecil dengan atau tanpa demam, diare, batuk pilek, mual dan muntah, sebaiknya segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat," ungkap dr Feri Mulyani Hamid, MBiomed, dari Klinik Arum Sari, Padang memberi saran, Kamis.

Dr Feri Mulyani juga menyarankan, untuk sementara jangan mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk sediaan cair (sirup) sampai ada hasil penelitian dari Kemenkes terkait kasus gagal ginjal akut ini.


"Orang tua wajib memantau frekuensi dan jumlah urine anak, tanda bahaya pada urine terjadi jika berwarna pekat atau kecokelatan," terang dr Feri Mulyani.

Dikatakan, gejala awal gagal ginjal akut pada anak yakni adanya infeksi saluran cerna dan gejala ISPA. Gejala khas dari penyakit ini adalah jumlah air seni yang semakin berkurang.

"Bagi orang tua yang anaknya mengarah pada gejala penyakit satu ini, terutama pada rentang usia 6 bulan hingga 18 tahun, diminta lebih waspada. Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup dengan minum air," harapnya.

Diketahui, kasus ini berawal dari negara Gambia, Afrika. Berdasarkan siaran pers dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), terdapat empat merek obat sirup yang diduga jadi lantaran kematian anak-anak di Gambia.

Keempat merek obat itu adalah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup. Keempat produk tersebut diproduksi Maiden Pharmaceuticals Limited, India.

Kita dapat sedikit lega. Soalnya, BPOM telah menyatakan bahwa keempat merek obat sirup tersebut tidak terdaftar di Indonesia.

Dengan demikian, kecil kemungkinan empat merek obat tersebut beredar dan digunakan masyarakat Indonesia. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar