Kontraktor Pembangunan RSUD Kembalikan Uang Rp1,5 Miliar, Ini Kata Kajari Pasbar

Al Imran | Jumat, 21-10-2022 | 16:59 WIB | 220 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Kontraktor Pembangunan RSUD Kembalikan Uang Rp1,5 Miliar, Ini Kata Kajari Pasbar<p>

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana bersama jajaran, memperlihatkan pengembalian uang suap dari tersangka dugaan korupsi pembangunan RSUD Pasbar, Jumat. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (21/10/2022) - Kejaksaan Negeri Pasaman Barat menerima pengembalian uang hasil kerugian fisik pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat tahun anggaran 2018-2020, senilai Rp1,5 miliar dari rekanan yang mengerjakan PT MAM Energindo, Jumat.

"Dari total kerugian fisik yang kita temukan senilai Rp20 miliar baru Rp1,5 miliar yang dikembalikan. Total yang telah diterima dari perkara RSUD, baik suap, gratifikasi maupun kerugian fisik hingga saat ini senilai Rp5,7 miliar lebih," kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana.

Ia merinci dari total Rp5,77 miliar itu uang yang diterima dari suap dan gratifikasi senilai Rp4,27 miliar dan dari kerugian fisik Rp1,5 miliar.


"Uang itu akan dititipkan di rekening penampungan Kejaksaan Negeri Pasaman Barat di salah satu bank yang ada," ungkap Ginanjar didampingi Kasi Pidsus, Andi Suryadi, Kasi Intel Elianto, Kasi Datun Novandi dan penyidik di Simpang Empat.

"Jika nanti sudah ada keputusan tetap dari pengadilan, maka uang itu akan dikembalikan ke kas daerah Pasaman Barat," tambah Ginanjar.

Penyidik saat ini telah melakukan koordinasi dengan tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumbar, untuk pelacakan aset para pelaku atau tersangka, agar nanti dilakukan penyitaan aset.

"Hasil pelacakan tim dari Kejati Sumbar itu, nantinya jadi dasar dan acuan bagi kami melakukan penyitaan aset sesuai kerugian yang ditemukan," ujarnya.

Pihaknya masih tetap menunggu itikad baik dari pihak tersangka lainnya, untuk secepatnya mengembalikan uang hasil suap dan korupsi yang telah dinikmatinya, sebelum aset-aset yang dimilikinya disita oleh penyidik.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan dan memeriksa sejumlah pihak. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru sesuai kajian penyidik.

Ia mengatakan, proyek pembangunan RSUD itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus dan APBD 2018-2020 (multi years) dengan nilai kontrak sebesar Rp134,859 miliar lebih.

Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus pembangunan RSUD Pasaman Barat dengan pagu dana Rp134 miliar lebih itu.

Ke-11 tersangka itu adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) NI, penghubung atau pihak ketiga inisial HAM, Direktur PT MAM Energindo, AA, Penggunaan Anggaran kegiatan atau mantan Direktur RSUD yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Y, BS, HW dan Direktur Managemen Konstruksi, MY.

Kemudian empat panitia lelang, AS, LA, TA dan YE. Dari 11 tersangka itu, 10 orang ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan Polres Pasaman Barat. Sedangkan dua orang tersangka inisial BS dan HW dibantarkan atau mendapat perawatan medis karena sakit.

Ia menjelaskan pada kasus mega proyek itu juga ditemukan dugaan suap senilai Rp4,5 miliar, kerugian pembangunannya senilai Rp20 miliar lebih dan juga ditemukan kerugian dalam perencanaannya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar