Ditreskrimsus Polda Sumbar dan Dinas Kesehatan Sisir Apotek di Kawasan Tarandam

Al Imran | Jumat, 21-10-2022 | 18:08 WIB | 277 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ditreskrimsus Polda Sumbar dan Dinas Kesehatan Sisir Apotek di Kawasan Tarandam<p>

Tim Subdit 1-Indagsi Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar bersama Dinas Kesehatan Sumbar, meninjau sejumlah apotek di kawasan Tarandam, Padang, terkait penjualan obat sirup yang dilarang diperjualbelikan, Jumat. (veri rikiyanto)

PADANG (21/10/2022) -- Tim Subdit 1-Indagsi Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar bersama Dinas Kesehatan Sumbar, melakukan pengecekan obat sirup yang dilarang diperjualbelikan, pada apotek yang ada di Kota Padang, Jumat.

Adapun obat sirup yang dilarang diperjualkan itu yaitu obat sirup paracetamol dengan merek Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan, pengecekan dan imbauan ini merupakan tindaklanjut dari Surat Kemenkes RI tentang larangan menjual obat sirup untuk anak-anak.


"Surat Kemenkes RI ini juga berkaitan dengan imbauan untuk sementara tidak meresepkan/menggunakan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup," ungkap Kombes Dwi.

Diketahui, Surat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) No SR.01.05/11/3461/2022, tanggal 18 Oktober 2022 itu, berisi tentang kewajiban penyidikan Epidemiolog dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Proggresive Acute Kidney Injury) pada anak dan meminta apotek untuk menghentikan penjualan obat jenis sirup untuk anak-anak.

Selain itu, surat tersebut berisikan imbauan pada seluruh sarana pelayanan kesehatan (Apotek, Toko Obat dan Pedagang Besar Farmasi) untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirup pada masyarakat, sampai dilakukan pengumuman secara resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Jajaran Ditreskrimsus Polda Sumbar dan Dinas Kesehatan akan terus melakukan pengecekan dan sekaligus memberikan imbauan pada apotek untuk tidak menjual obat sirup untuk anak-anak," pungkasnya. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar