Kuliah Umum Dihadiri Tim Frasa Indonesia

Doni Monardo Kisahkan Keterlibatan Seniman Era Kolonial Belanda dan Citarum Harum di Kampus ISI

Al Imran | Sabtu, 22-10-2022 | 07:18 WIB | 399 klik | Kota Padang Panjang
<p>Doni Monardo Kisahkan Keterlibatan Seniman Era Kolonial Belanda dan Citarum Harum di Kampus ISI<p>

Letnan Jendral TNI Purn DR (HC) Doni Monardo foto bersama pimpinan ISI Padang Panjang, tim Frasa Indonesia dan peserta kuliah umum, di Gedung Pertunjukan Huriah Adam ISI Padang Panjang.

PADANG PANJANG (21/10/2022) - Tim Frasa Indonesia, ikut menghadiri kuliah umum Letnan Jendral TNI Purn DR (HC) Doni Monardo di Gedung Pertunjukan Huriah Adam ISI Padang Panjang.

Kuliah umum yang kerap menghadirkan tokoh-tokoh nasional itu, merupakan salah kegiatan rutin yang diadakan oleh perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan motivasi dan inspirasi mahasiswa.

ISI Padang panjang sebagai kampus seni terkemuka di Sumatera Barat, tentunya tidak mau ketinggalan.


Pada kegiatan kuliah umum yang mengangkat isu lingkungan dengan tema "Sinergi Patriot Lestari Budaya" tersebut, ISI Padang Panjang menghadirkan Letnan Jendral TNI Purn DR (HC) Doni Monardo.

Nama Letnan Jendral Doni Monardo lebih luas dikenal masyarakat Indonesia kala ia ditunjuk sebagai Ketua Satgas Covid-19.

Namun sebelum itu namanya sudah harum, terutama setelah ia membuat program "Citarum Harum" saat menjabat Pangdam Siliwangi.

Ia mengaku tergerak untuk ikut berperan dalam pembenahan lingkungan dalam hal ini mengatasi permasalahan Sungai Citarum, dikarenakan nama Indonesia tengah dipertaruhkan dalam kancah internasional, sebab sungai Citarum disebut sebagai sungai terkotor di dunia.

Saat itu, banyak pihak yang meragukannya, namun ia bertekad dapat mengatasi permasalahan ini. Letjen Doni Monardo tidak sendirian. Ia berkolaborasi dengan seluruh aspek lapisan masyarakat mulai dari Pemda, ulama, masyarakat sekitar termasuk para budayawan.

Ia termotivasi dari cara pemerintah Belanda yang meminta para seniman untuk mengedukasi masyarakat melalui pertunjukan ketika merebaknya flu Spanyol pada tahun 1918.

Alhasil tekad dan upaya yang dilakukan Doni Monardo membuahkan hasil yang gemilang.

Pengalaman itu pula yang menyadarkannya bahwa para seninam memiliki peranan penting dalam upaya pelestarian lingkungan.

"Para mahasiswa ISI Padang Panjang mestinya juga turut mengambil peran dalam pelestarian lingkungan, baik melalui karya maupun terjun langsung ke lapangan," tutur Letjen Doni Monardo disela penyampaian materi kuliah umum.

Letjen Doni Monardo juga berharap mahasiswa ISI Padang Panjang mampu menjadi bagian dari eco-kreasi yang akan mengemban tugas dalam pembenahan lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Seperti dengan menanam pohon-pohon yang menghasilkan di kawasan rawan bencana banjir dan tanah longsor.

Dengan demikian fungsi ekologi dan ekonomi dapat terlaksana.

Kehadiran Letjen Doni Monardo disambut baik oleh seluruh civitas akademika kampus ISI Padang Panjang.

Pada kesempatan ini pula tim Frasa Indonesia yang sedang tugas lapangan di kampus seni tertua di Pulau Sumatera tersebut turut serta menghadiri kuliah umum bersama sang jenderal.

Keberadaan Tim Frasa Indonesia di kampus ISI Padang Panjang bukan sebuah kebetulan, melainkan dalam rangka penyusunan Buku Biografi Kepemimpinan Novesar Jamarun selaku Rektor ISI Padang Panjang selama dua periode.

Tim Frasa Indonesia yang sedang menjalankan tugas terdiri dari: Fajar Rusvan, Rafiqatul Afwa, Yolanda dan Nori Natia.

Tim yang dikomandoi Fajar Rusvan itu diketahui sudah berada di ISI Padang Panjang sejak Senin, 17 Oktober 2022. Selama beberapa hari di sana, tim mengatur jadwal untuk mewawancari sejumlah petinggi di kampus ISI Padang Panjang.

Dalam salah satu sesi wawancara tersebut disampaikan bahwa akan diadakan kuliah umum dengan Letjen Doni Monardo.

Informasi tersebut disambut baik oleh tim, sehingga turut hadir dalam kuliah umum tersebut.

Tim Frasa Indonesia merasa beruntung dapat menghadiri kuliah umum tersebut. Selain dapat bertemu langsung dengan sang Letnan Jendral juga mendapatkan insight dari materi yang disampaikan.

Belakangan kerusakan lingkungan makin marak terjadi, sebagian besar disebabkan ulah tangan manusia.

Untuk itu patut rasanya kita sebagai manusia juga bertanggung jawab dalam pembenahannya. Untuk itu isu lingkungan memang perlu jadi perhatian semua pihak. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar