Penurunan Stunting Padang Panjang Perlihatkan Trend Positif, Ini yang Dilakukan

Al Imran | Selasa, 25-10-2022 | 20:26 WIB | 203 klik | Kota Padang Panjang
<p>Penurunan Stunting Padang Panjang Perlihatkan Trend Positif, Ini yang Dilakukan<p>

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Wako Padang Panjang, Nofiyanti menghadiri kegiatan Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting, Selasa. (kominfo)

PADANG PANJANG (25/10/2022) - Strategi penurunan angka stunting di Padang Panjang, memperlihatkan trend positif seiring terjadi penurunan angka stunting per September 2022 ini.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Wako Padang Panjang, Nofiyanti menyampaikan, upaya Pemko dalam percepatan penurunan stunting cukup banyak. Di antaranya, membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), tim pendamping, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di lima kelurahan, 100 persen Kampung Berkualitas (KB), pertemuan rembuk stunting, pembinaan, audit kasus stunting serta Basunting (Bapak dan Ibu Asuh Anak Stunting).

"Hasil yang telah dicapai dari berbagai upaya tersebut, di antaranya angka stunting turun jadi 14,8 persen pada September 2022. Selain itu, Padang Panjang juga meraih peringkat tiga se-Sumatera Barat dalam progres Unggah Aksi Penurunan Stunting," ungkap Nofiyanti saat membuka Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting, Selasa.


Kegiatan diskusi panel yang diikuti beberapa instansi terkait ini, digelar atas kerja sama Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPA) dengan Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat.

Kepala DSPPKBPPPA, Osman Bin Nur menyebutkan, kegiatan yang digelar ini, sangat penting sebagai audit dan evaluasi atas upaya penurunan stunting yang telah dilakukan.

"Audit kasus stunting merupakan pokok dalam upaya penurunan stunting. Perlu upaya yang luar biasa untuk mencapai target penurunan stunting ini," tuturnya.

Diungkapkan, dari beberapa audit kasus stunting yang telah dilakukan pihaknya, ada beberapa masalah nonteknis yang masih temui di lapangan. Di antaranya anak yang lahir dari pernikahan siri.

"Dengan pemateri yang sudah pakar di bidang kesehatan, mudah-mudahan kita mendapat pemahaman yang lebih jelas mengenai upaya konkret dalam upaya percepatan penurunan stunting ini," harapnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Jalpemswa (Jalur Pemerintah dan Swasta) Perwakilan BKKBN Sumbar, Hasmy Raharini menjelaskan, tujuan digelarnya diskusi panel adalah untuk melakukan intervensi penurunan stunting melalui pendampingan keluarga yang memiliki manajemen yang baik, responsif dan efektif.

Kemudian, mengidentifikasi permasalahan solusi dan treatment yang tepat pada kasus stunting yang membutuhkan pembahasan lanjutan.

"Diskusi panel ini menghadirkan narasumber, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, spesialis anak, ahli gizi dan psikolog," tuturnya.

Dikesempatan ini, juga diberikan bantuan secara simbolis kepada ibu hamil berisiko stunting. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar