52 Persen Areal Sawit di Pesisir Selatan Milik Warga, Pemkab: Potensi Dibangun 3 Pabrik Baru

Al Imran | Kamis, 27-10-2022 | 10:20 WIB | 543 klik | Kab. Solok Selatan
<p>52 Persen Areal Sawit di Pesisir Selatan Milik Warga, Pemkab: Potensi Dibangun 3 Pabrik Baru<p>

Tumpukan Tandan Buah Segar (TBS) hasil panen kebun sawit swadaya di Pessel. (tusrisep)

PESISIR SELATAN (26/10/2022) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat berpotensi dibangun 3 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru.

"Dibandingkan lahan sawit (HGU) dikelola pabrik yang ada, kebun petani swadaya (di luar mitra) justru lebih luas," ungkap Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto, di Painan, Kamis.

Dia menerangkan, dari total 77.938 hektare luas kebun sawit di Pessel (data BPS 2020), lahan Hak Guna Usaha (HGU) dikelola PKS 36.000 hektare.


Sisanya; 41.938 hektare merupakan kebun petani swadaya.

Dari luasan tersebut, yang bermitra dengan PKS setempat hanya 3 persen atau 1.258 hektare.

Kebun swadaya di luar mitra memiliki luas 40.680 hektare. Sedangkan HGU ditambah mitra hanya 37.258 hektare.

"Kalau dilihat perbandingan tersebut, kebun swadaya menguasai 52 persen dari total luas kebun sawit di sini (Pessel)," ujar Madrianto.

Di sisi produksi (panen), sambung dia lagi, kebun swadaya jelas lebih banyak dibanding lahan HGU plus Mitra PKS.

Bisa jadi, ini salah satu penyebab fluktuasi harga TBS di Pessel. "Dikarenakan, PKS tak mampu menampung Tandan Buah Segar (TBS) sawit swadaya," ucapnya.

"Berpijak dari perihal tadi, kami (Pemkab Pessel) berkeyakinan, dapat membangun 3 buah PKS baru lagi," jelas Madrianto.

Permudah Investasi

Disisi lain, melihat kabupaten tetangga (Mukomuko). Beberapa terobosan kebijakan menggaet investor untuk berinvestasi, sepertinya dapat dicontoh dan dipelajari.

Di sana, papar Madrianto, tidak ada lagi yang namanya monopoli harga. Sebab, ada PKS yang tidak punya kebun.

Tapi diwajibkan bermitra dengan masyarakat pemilik kebun (petani sawit swadaya).

"Harapannya, PKS seperti ini bisa dibangun di Pessel. Sehingga harga TBS petani swadaya selaku mitra bisa lebih stabil," ujar Madrianto.

Saat ini, ada 6 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Pessel.

Di antaranya: PT Kemilau Permata Sawit Tapan (KPST), Muara Sawit Lestari (MSL), dan Usaha Sawit Mandiri (UMS) - ke tiga PKS ini merupakan satu group.

Kemudian, PT Transco Energi Utama (TEU), Incasi Raya Sodetan POM (SDTN), dan Sumatera Jaya Agro Lestari (SJAL) - ke tiga ini merupakan milik Incasi Raya Group.

Data pihak terkait, lahan sawit swadaya terluas berada di kecamatan Silaut 8.587 Ha.

Diikuti Lunang 6.378 Ha, Airpura 5.627 Ha, Pancung Soal 5.095 Ha, dan Ranah Ampek Hulu Tapan 4.664 Ha. (tsp)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar