Dosen UM Sumbar Lahirkan Kuliner Inovasi, Olahan Kulit Pisang Dijadikan Keripik

Al Imran | Selasa, 01-11-2022 | 18:28 WIB | 322 klik | Kota Payakumbuh
<p>Dosen UM Sumbar Lahirkan Kuliner Inovasi, Olahan Kulit Pisang Dijadikan Keripik<p>

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UMSB, Revi Ernanda didampingi Chika Sumbari (anggota) sosialisasikan cara pembuatan kulit pisang jadi keripik pada KWT Sungai Tabir, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh, Senin.

PAYAKUMBUH (1/11/2022) - Dua dosen dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) lahirkan produk kuliner inovasi, Keripik Kulit Pisang.

"Kulit pisang merupakan salah satu bagian buah pisang yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal bagi sebagian besar masyarakat," ungkap Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UMSB, Revi Ernanda didampingi Chika Sumbari (anggota) di Payakumbuh, Senin.

Dikatakan Revi Ernanda, kulit pisang biasanya dijadikan pakan ternak, pupuk organik atau hanya dibuang begitu saja. Banyaknya kulit pisang yang terbuang menjadikan kulit pisang tidak bernilai bagi masyarakat, padahal kulit pisang dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk makanan yang bergizi.


Produk inovasi itu, kemudian disosialisasikan Revi Ernanda dan Chika Sumbari ke masyarakat dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat. Harapannya kulit pisang tidak lagi terbuang sia-sia.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok wanita tani (KWT) terkait pemanfaatan limbah kulit pisang agar dapat bernilai ekonomi tinggi.

Masyarakat sasaran yang dibidik adalah KWT Sungai Tabir, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh.

Pengabdian ini digelar selama bulan September hingga Oktober 2022 dan berakhir pada Senin (31/10/2022). Bertempat di kenagarian Koto Panjang Padang dan dihadiri oleh hampir seluruh anggota kelompok, baik yang mengolah pisang maupun yang tidak.

Selama ini masyarakat setempat yang pada umumnya mengolah pisang jadi keripik dan menghasilkan limbah kulit pisang yang banyak.

Namun, dengan pengetahuan yang baru ini, diharapkan pelaku usaha keripik pisang tidak saja membuat keripik pisang, tetapi juga keripik kulit pisang.

Dalam sosialisasi ini, Revi menyampaikan materi seputar pemanfaatan kulit pisang jadi Keripik Kulit Pisang, sebagai upaya dalam memanfaatkan limbah kulit pisang jadi produk yang bernilai ekonomis.

Cara pembuatannya, kulit pisang masak --yang selama ini dibuang--, terlebih dulu dihaluskan lalu ditambah tepung dan diberi penyedap rasa hingga jadi adonan.

Adonan kemudian dipotong-potong hingga membentuk irisan keripik mentah. Setelah itu, dikeringkan di bawah sinar matahari. Jika sudah kering, digoreng hingga jadi keripik yang enak untuk dimakan.

Peningkatan keterampilan KWR ini dapat diterapkan dengan memberikan pendampingan kepada kelompok tani yang menghasilkan produk sendiri, berupa pelatihan pengolahan produk, pelatihan e-marketing dan pelatihan kewirausahaan lainnya.

Sehingga, kelompok tani itu dapat memiliki kemampuan dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk dan dapat meningkatkan perekonomian. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar