Politisi Demokrat Tuding Nama RS "Dijual" Oknum Ring 1 demi Proyek, Ini Serangan Balik Sekum PKS

Al Imran | Rabu, 02-11-2022 | 12:49 WIB | 179 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Politisi Demokrat Tuding Nama RS " />

Anggota DPRD Sumbar, Rahmat Saleh saat penyerahan mesin tempel kepada dua kelompok nelayan di Pantai Air Manis, Rabu. (veri rikiyanto)

PADANG (2/11/2022) - Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumbar, Nofrizon mengungkap adanya oknum tertentu 'menjual nama' anggota DPRD Sumbar yang juga pimpinan partai, inisial RS, untuk mendapatkan tender proyek senilai Rp3 miliar.

"Saya memberi apresiasi pada Pak Gubernur yang telah meminta OPD, agar tidak mau diintervensi oleh pihak manapun. Namun, masih ada oknum ngaku 'ring satu' gubernur yang berani melakukan intervensi di lapangan," kata Nofrizon yang menginterupsi pimpinan sidang, jelang penutupan rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar RAPBD Sumbar 2023, Senin (31/10/2022).

Nofrizon kemudian menyebut nama proyek yang diincar, oknum yang menjual nama pimpinan salah satu partai itu, yakni pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan)


Salah satu dari 65 anggota DPRD Sumatera Barat periode 2019-2024 berinisial RS itu yakni Rahmat Saleh. Kebetulan, Rahmat Saleh juga unsur pimpinan di partainya, PKS.

Rahmat Saleh menjabat sekretaris umum PKS Sumatera Barat dengan ketuanya, Mahyeldi yang notabene juga gubernur Sumbar.

Saat dikonfirmasi soal inisial RS yang dekat ke namanya, Rahmat Saleh menanggapi santai sinyalamen politisi Partai Demokrat dari daerah pemilihan Sumbar 3 (Bukittinggi-Agam) itu.

"Pertama, saya pesankan kepada seluruh OPD yang ada di pemprov Sumbar,agar profesional dalam bekerja. Jangan mau diintervensi oleh orang atau kelompok tertentu yang mengatas namakan jabatan dan ketenaran pejabat publik," tegas Rahmat Saleh di Padang, Selasa usai pembagian mesin tempel kepada duakelompok nelayan di Pantai Air Manis.

Rahmat mengaku tidak mengetahui persis siapainisial "RS" yang disampaikan sejawatnya, Nofrizon tersebut.

"Tentang inisial RS itu, kawan-kawanmedia bisa tanyakan langsung ke yang bersangkutan, untuk lebih jelasnya," ujar dia.

Menurut Rahmat, inisial RS itu sangat dekat dengan namanya. Dia menegaskan, tidak pernah melakukan intervensi pada siapapun untuk mengarahkan pengusaha tertentu supaya mendapatkan proyek.

"Saya garansi itu, kalau ada bukti bahwa saya melakukan itu, saya akan pertaruhkan jabatan saya, Tapi Kalau ada oknum menjual nama saya, tentu nama siapa saja bisa dia catut," katanya.

Ia menambahkan, jangan sampai OPD terpengaruh terhadap manuver oknum Anggota DPRD dalam intervensi proyek dengan politik lempar batu sembunyi tangan.

"Saya juga dapat laporan, bahwa ada oknum dan kumpulan oknum anggota DPRD yang menggiring opini bahwa Ring 1 gubernur gentayangan mengincar proyek," ungkap Rahmat.

"Pada waktu yang sama kelompok oknum ini memaksakan kolega rekanannya untuk dimenangkan dalam salah satu kegiatan pengadaan mobiler. Tindakan ini tidak benar," tambahnya.

Saat ditanyai siapa nama-nama kelompok tersebut, ia mengatakan, etika pertemanan dan kelembagaan, Rahnat merasa tidak etis untuk menyebutkan nama dan merek partainya.

"Intinya, saya pesankan kepada OPD jangan mau dibodohi oknum pengusaha yang mengatasnamakan pejabat publik, mari bekerja profesional," katanya. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar