Kunker Komisi VI ke Maluku, Nevi Zuairina: Maksimalkan Peningkatan Ekspor dari Kekayaan Laut

Al Imran | Kamis, 03-11-2022 | 10:44 WIB | 152 klik | Nasional
<p>Kunker Komisi VI ke Maluku, Nevi Zuairina: Maksimalkan Peningkatan Ekspor dari Kekayaan Laut<p>

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina bersama rekan sejawat, foto bersama saat Kunker ke Ambon, Rabu.

AMBON (2/11/2022) - Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina pada kunjungan kerja Komisi VI ke Maluku, memperhatikan bahwa ada 2 program utama yang sedang dikembangkan di Maluku yaitu Ambon New Port (ANP) dan Lumbung Ikan Nasional (LIN).

"Dengan ketersediaan ikan berlimpah di Maluku serta wilayah laut yang strategis, perlu dukungan Infrastruktur yang kuat untuk mengembangkan dua potensi tersebut," ungkap Nevi, Rabu.

Untuk itu, Nevi meminta, pemerintah fokus pada peningkatan ekspor dari kekayaan laut Indonesia, terutama daerah Indonesia Timur.


"Untuk itu, janji-janji pemerintah pada realisasi program utama di Maluku yakni ANP dan LIN mesti segera direalisasikan," pinta Nevi.

Politisi PKS ini mengatakan, jumlah dan kapasitas cold storage yang ada di Maluku tidak lebih dari 20.000 ton yang tersebar di beberapa pulau.

Ditambah lagi, jumlah industri perikanan juga terbatas. Dengan segala kondisi saat ini, membuat Maluku tidak memperoleh multiplier effect dari sumber daya ikan yang melimpah di perairan Arafura, Laut Banda, Laut Seram dan Laut Maluku.

"Penguatan internal industri maritim mulai dari perikanan tangkap dan infrastrukturnya, akan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus ada potensi besar melakukan ekspor komoditas perikanan."

"Alam Indonesia sangat mampu memenuhi kebutuhan ikan, akan tetapi kemauan dan kemampuan kita masih perlu ditingkatkan untuk optimalisasi ekspor komoditas perikanan tangkap," ungkap Nevi.

Namun, Legislator asal Sumatera Barat ini mengingatkan, bahwa Jumlah Tangkapan Diperbolehkan (JTB) atau potensi lestari di perairan sebesar 80 persen dari potensi yang ada, maka peluang penangkapan ikan di tiga WPPNRI tersebut sebanyak 3.735.224 ton per tahun.

Nevi menambahkan, pentingnya optimalisasi komoditas perikanan tangkap ini sangat diperlukan, karena selain menjadi tumpuan peningkatan kualitas SDM Indonesia dengan dimulai memerangi stunting, sekaligus meningkatkan kecerdasan, juga meningkatkan sumber pemasukan negara dari ekspor.

Potensi besar laut Indonesia ini tidak dimiliki banyak negara sehingga kerap kali kapal asing masuk perairan Indonesia dengan mengeksploitasi kekayaan bangsa ini.

"Bangsa ini semestinya dapat sejajar dengan negara-negara maju, dengan segala potensinya mulai dari jumlah penduduk, jumlah kepulauan termasuk kekayaan lautnya."

"Untuk itu, fokus peningkatan kekayaaan Laut Indonesia untuk ekspor harus menjadi prioritas bagi pemerintah," tutup Nevi Zuairina. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar