Padang Gelar Tsunami Fun Drill di 2 Kelurahan, Ini Targetnya

Al Imran | Minggu, 06-11-2022 | 20:58 WIB | 205 klik | Kota Padang
<p>Padang Gelar Tsunami Fun Drill di 2 Kelurahan, Ini Targetnya<p>

Wako Padang, Hendri Septa terlibat aktif dalam kegiatan Tsunami Fun Drill di 2 Kelurahan di Kota Padang, Sabtu. (humas)

PADANG (5/11/2022) -- BPBD Padang bersama BMKG menggelar Tsunami Fun Drill di 2 Kelurahan di Kota Padang yakni Kelurahan Purus dan Lolong Belanti.

Kegiatan ini diikuti ratusan orang yang terdiri dari pelajar, kaum ibu dan warga yang tinggal atau beraktivitas di dua kelurahan tersebut. Semuanya melihatkan situasi kenyataan mulai dari sebelum hingga sewaktu terjadinya gempa yang berpotensi tsunami.

"Tsunami Fun Drill ini sangat penting kita lakukan, sehingga masyarakat diharapkan jadi siaga dan tahu bagaimana menyelamatkan diri sewaktu gempa disertai tsunami terjadi," ungkap Wako Padang, Hendri Septa pada peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day), Sabtu.


Menurut Hendri Septa, semua peserta terlihat paham dan tetap tenang sembari berusaha menyelamatkan diri menuju tempat evakuasi (shelter) atau bangunan yang tinggi berada di dekatnya pada simulasi yang digelar.

"Kita memang tidak tahu kapan dan dimana bencana itu terjadi. Yang penting kita semua harus siap dan tahu bagaimana cara menyelamatkan diri," ungkap Hendri.

"Semoga berbagai upaya mitigasi bencana yang terus dilakukan akan meminimalisir timbulnya korban jiwa. Kapan perlu tidak ada," sambungnya.

Sementara, Kalaksa BPBD Padang, Endrizal menyebutkan, kegiatan Tsunami Fun Drill ini juga dalam rangka menindaklanjuti persiapan Indonesia untuk mendapatkan sertifikat Tsunami Ready Community dari UNESCO-IOC.

Pemerintah Indonesia melalui BMKG Pusat, bebernya, mengadakan kegiatan ini untuk 9 desa/kelurahan se-Indonesia. Dimana untuk Kota Padang sendiri dilaksanakan di dua kelurahan, yakni Kelurahan Purus dan Kelurahan Lolong Belanti.

"Sebelum simulasi dilakukan, warga telah diberikan pemahaman mengenai enam komponen simulasi. Mulai dari identifikasi bencana, respons masyarakat, membaca peta tsunami hingga bagaimana mereka harus mengungsi ke titik-titik evakuasi," ungkap dia.

"Sehingga, dalam simulasi ini dibuat seperti kejadian sebenarnya, bagaimana warga berlindung ketika terjadi gempa dan melakukan evakuasi ketika terjadi tsunami," terang Endrizal. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar