Tablig Akbar di Pasar Nagari

Ustad Abdul Somad Terkesima dengan Keindahan Puncak Lawang, Pedagang dapat Berkah dari Keramaian

Al Imran | Minggu, 06-11-2022 | 21:20 WIB | 159 klik | Kab. Agam
<p>Ustad Abdul Somad Terkesima dengan Keindahan Puncak Lawang, Pedagang dapat Berkah dari Keramaian<p>

Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi pengajian pada Tabligh Akbar yang digelar di lapangan hijau pasar nagari itu, Ahad. (humas)

AGAM (6/11/2022) - Pemerintah Nagari Lawang menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi pengajian pada Tabligh Akbar yang digelar di lapangan hijau pasar nagari itu, Ahad.

Momen keramaian itu, tampak dimanfaatkan sejumlah pedagang dnegan menggelar barang dagangan di sekitar lokasi pengajian. Mayoritas dari mereka merupakan pedagang makanan dan minuman.

Sumiarti (54) misalnya, ia mengaku sejak pagi sudah kecipratan rezeki dari banyaknya jamaah yang datang menghadiri tabligh tersebut. Dirinya senang, dagangannya laku terjual.


"Alhamdulillah yang beli banyak karena yang datang juga banyak," ujarnya.

Hal serupa juga diutarakan Budiman (29) pedagang minuman dingin. Biasanya, ia berjualan di rumah, namun karena ada pengajian UAS, ia sengaja memindahkan lapaknya ke lokasi.

"Saya pikir minuman dingin seperti ini pasti dibutuhkan jamaah nantinya, makanya dibawa stock agak banyak," kata dia.

Sukri (41) juga mengamini hal yang serupa. Ia sengaja membuka lapak di lokasi tersebut untuk mencari tambahan rezeki.

Selain itu, ia juga mengaku ingin mendengarkan pengajian UAS secara langsung.

"Lumayan untuk tambahan. Sekalian mendengarkan ceramah sambil cari rezeki," ungkapnya.

Camat Matur, Subchan menerangkan, panitia tabligh memang menyediakan ruang bagi para pedagang untuk mencari tambahan rezeki.

Bahkan, para pedagang sepakat mengaktifkan pasar yang hanya beraktivas dua kali dalam seminggu itu.

"Ini memang lokasi pasar, namun hari ini bukan hari pasar. Karena ada pengajian ini para pedagang beraktivitas seperti hari pasar," terangnya.

Ditambahkan camat, sejumlah para pedagang di lokasi pengajian UAS itu sudah mulai berdagang sejak kemarin.

"Semoga dari tabligh ini memberi dampak juga secara ekonomi kepada masyarakat," ujarnya.

UAS Terkesima

Dalam tausyiahnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengaku terkesima dengan keindahan Puncak Lawang, Kecamatan Matur. UAS menyebut Puncak Lawang sebagai negeri di atas awan.

"Kalau ingin merasakan sensasi sarapan pagi di awan, datanglah ke Puncak Lawang," ungkap UAS saat memulai ceramahnya di hadapan ribuan jamaah tabligh akbar.

Ustadz kondang ini membeberkan, dirinya sudah sejak kemarin sampai di Nagari Lawang. Bahkan, dirinya berkesempatan menjajal olahraga paralayang dari Puncak Lawang.

"Dari atas saya disuguhkan keindahan Danau Maninjau yang tiada duanya," katanya.

Menurutnya, Lawang merupakan contoh daerah yang komplit. Mulai dari pariwisata hingga kesenian daerahnya masih terjaga.

"Masya Allah, saat saya sampai di sini, saya disambut tari galombang yang dimainkan anak-anak. Ini membuktikan anak nagari lawang masih menjaga adat istiadat," katanya lagi.

UAS juga memakai pakaian batik khas lawang saat mengisi pengajian. Dirinya mengaku tambah gagah saat memakai pakaian tersebut.

"Baju yang saya kenakan ini adalah batik lawang, persisnya bercorak tabu lawang," katanya.

Ulang Kejayaan Lama

Sementara, Bupati Agam, Andri Warman mengatakan, pihaknya bertekad mengulangi masa kejayaan daerah itu yang terkenal banyak melahirkan ulama-ulama besar.

Menurutnya, Kabupaten Agam adalah daerah yang bertuah. Sejumlah nama besar yang berpengaruh di bidang agama lahir dari rahim luhak berlambang harimau itu.

"Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syekh Ibrahim Musa, Syekh Sulaiman ar-Rasuli, Buya Hamka, Buya AR Sutan Mansur dan banyak tokoh lainnya berasal dari daerah ini," sebut Andri Warman usai pelaksanaan tabligh akbar Nagari Lawang.

Kendati begitu, dia mengaku, tidak mau terjebak dengan masa lalu. Pihaknya bertekad mengulangi masa emas itu dengan kembali mencetak ulama-ulama besar.

Oleh karena itu, salah satu program prioritasnya adalah mendorong tumbuh dan berkembangnya rumah tahfiz di Kabupaten Agam.

"Saat ini keinginan tersebut sudah menampakkan hasil yang menggembirakan, buktinya ratusan rumah tahfidz sudah aktif di Kabupaten Agam," ucapnya.

Diungkapkan bupati, saat ini di tiap nagari dan jorong sudah memiliki rumah tahfiz, bahkan banyak jorong yang memiliki lebih dari satu rumah tahfiz.

Melalui gerakan rumah tahfiz ini sambungnya, semoga tidak lama lagi, akan muncul para hafidz, hafidzah dan ulama besar di daerah ini.

"Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua untuk berjuang di jalannya," ucap dia. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar