Hendri Septa Telah 1,5 Tahun Sendiri Memimpin Padang, Nurkhalis: Padang jadi Kota Stagnan

Al Imran | Jumat, 11-11-2022 | 16:57 WIB | 344 klik | Kota Padang
<p>Hendri Septa Telah 1,5 Tahun Sendiri Memimpin Padang, Nurkhalis: Padang jadi Kota Stagnan<p>

Ketua Al Jam'yatul Wasliyah Sumatera Barat, Nurkhalis.

PADANG (11/11/2022) - Ketua Al Jam'yatul Wasliyah Sumatera Barat, Nurkhalis menilai, selang 1,5 tahun sendirian memimpin Kota Padang, sosok Hendri Septa bisa dikatakan gagal menunjukan prestasi dalam menggerakan roda pembangunan di ibu kota provinsi Sumatera Barat itu.

"Jangan lah dipolitik-politikan lagi kursi wakil wali kota Padang yang kosong itu. Kan sudah dijalani memimpin sendirian, sejak dilantik sebagai wali kota pada 7 April 2021 lalu. Padang stagnan, jika kata mundur terlalu pesimistis. Tak ada kemajuan berarti," ungkap Nurkhasil melalui sambungan telepon, Jumat.

Indikator yang dipakai Nurkhalis, Calon Anggota DPD RI dalam Pemilu 2019 di Sumatera Barat itu di antaranya, masih jauhnya realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari target Rp1 Triliun yang digagas di awal memimpin, saat masih bersama Mahyeldi yang kini gubernur Sumbar.


Kemudian, Padang juga gagal dalam mengajukan formasi PPPK guru di tahun 2022 ini. Sehingga, menyebabkan 1.226 guru honorer yang telah lulus passing grade, jadi tak tentu nasibnya akibat kealpaan Padang mengusulkan formasi ke pemerintah pusat.

Secara umum, tukas dia, nyaris tak ada pembangunan berarti telah dilakukan di Kota Padang yang merupakan barometernya Sumatera Barat. Baik secara politik maupun pembangunan.

"Masyarakat mempunyai hak untuk dilayani pemimpinnya secara maksimal. Seorang wali kota, secara aturan mesti didampingi oleh seorang wakil. Maka, penuhi lah hak masyarakat itu," ungkap Nurkhalis yang juga Ketua Gempita Sumbar itu.

"Tugas seorang wakil itu, di antaranya adalah tempat membagi beban pekerjaan kita sebagai kepala daerah. Dengan begitu, pembangunan akan lebih maksimal dikoordinasikan," terang Presedium PENA 98 Sumbar ini.

"Selayaknya kursi wakil wali kota yang telah lama kosong ini segera diisi. Terlebih, dua partai pengusul di Pilkada lalu, juga telah menyetorkan nama," tambah Nurkhalis yang juga alumnus Ponpes Thawalib Padang Panjang.

Kosongnya kursi Wawako Padang ini, lantaran pejabat wali kota saat itu, Mahyeldi maju bertarung sebagai calon gubernur Sumbar. Bersama pasangannya, Audy Joinaldy, Mahyeldi berhasil jadi pemenang sehingga ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumbar periode 2020-2024.

Menyikapi kosongnya kursi Wawako Padang ini, PAN sebagai mitra koalisi PKS pada Pilkada, sudah sejak lama memasukan nama Calon Wakil Wali Kota, Elkos Albar.

Penetapan nama Ekos Albar sebagai calon Wawako dari PAN, tertuang dalam surat nomor: PAN/A/KU-SJ/132/I/2022 tentang persetujuan nama calon Wakil Wali Kota Padang dari PAN tertanggal 31 Januari 2022.

Sementara, PKS menawarkan nama Hendri Susanto, berdasarkan surat No: 135/K/AC.11-PKS/1444 tanggal 8 Oktober 2022.

Surat yang ditujukan kepada Wali Kota Padang itu, berperihal pengusulan nama bakal calon pergantian antar waktu Wakil Wali Kota Padang sisa masa jabatan tahun 2022-2023. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar