Novi Endri Dt Simarajo Dikukuhkan Pati Ambalau sebagai Ketua KAN Lubukbasung

Al Imran | Sabtu, 12-11-2022 | 23:36 WIB | 230 klik | Kab. Agam
<p>Novi Endri Dt Simarajo Dikukuhkan Pati Ambalau sebagai Ketua KAN Lubukbasung<p>

Novi Endri Dt Simarajo kembali dipercaya memimpin Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Basung masa bhakti 2022-2025.

AGAM (12/11/2022) - Novi Endri Dt Simarajo kembali dipercaya memimpin Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Basung masa bhakti 2022-2025. Dt Simarajo ini dikukuhkan pati ambalau oleh Ketua Lembaga Kerapat Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar Dt Nan Sati, Sabtu.

Dt Simarajo dalam sambutannya mengatakan, kedepan pihaknya akan terus berupaya memelihara nilai-nilai ABS-SBK dan menjunjung tinggi adat, khususnya di Nagari Lubuk Basung.

"Tentunya kami pengurus sangat membutuhkan dukungan banyak pihak dalam hal menjalankan program-program KAN untuk beberapa tahun kedepan," ujarnya.


Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan dukungan terhadap pemerintah daerah dalam mengisi pembangunan. Pihaknya mengajak para ninik mamak untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.

"Mari sama-sama bergandengan tangan bagaimana kita bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengisi pembangunan," ucapnya.

Ditambahkan, dukungan tersebut tampak dari program-program KAN dalam membantu pemerintah daerah terkait penyelesaian persoalan-persoalan yang menyangkut kepentingan umum.

Sementara, Fauzi Bahar Dt Nan Sati mendorong ninik mamak memaksimalkan fungsi Balai Perdamaian (restoratif justice) dalam menyelesaikan persoalan anak kemenakan.

"Melalui Restoratif Justice ini, ninik mamak dipercaya Kapolri dan Kajagung untuk menyelesaikan persoalan atau sengketa anak dan kemenakan kita," ujar Dt Nan Sati.

Diungkapkannya, LKAAM Sumbar bersama Kapolda Sumbar sudah menekan MoU yang isinya adalah mendorong pelaksanaan Balai Perdamaian (Restorative Justice) untuk penyelesaian perkara hukum di luar pengadilan.

Sehingga, imbuh Fauzi Bahar, kedepannya kasus-kasus Tipiring dan kasus pidana di luar pembunuhan, teroris, narkoba dan korupsi, bisa difasilitasi oleh LKAAM dan Ninik Mamak untuk diselesaikan di luar pengadilan melalui Restoratif Justice.

"Artinya peran Ninik Mamak akan makin penting dalam upaya mengurus dan menyelamatkan anak kemenakannya," ucapnya lagi.

Fauzi Bahar menambahkan dengan penyelesaian persoalan di tataran adat akan mengembalikan marwah ninik mamak dan fungsinya sebagai pembimbing kemenakan.

"Kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka pangulu, pangulu barajo ka mufakat, mufakat barajo alua jo patuik, alua jo patuik barajo ka nan bana, nan bana tagak sandirinyo," ujarnya.

Jadi Hukum Positif

Anggota Komisi II DPR-RI, Guspardi Gaus Dt Batuah menyebut, frasa Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sudah menjadi hukum positif.

Sehingga, ABS-SBK sudah memiliki kekuatan hukum untuk diimplementasi, baik di tingkat pemerintah provinsi, kabupaten/kota melalui peraturan daerah (Perda).

"Landasan hukum terhadap adat kita sudah jadi hukum positif yakni melalui UU No 17 Tahun 2022 persisnya pada Pasal 5c dengan tegas dinyatakan bahwa masyarakat Minangkabau berdasarkan ABS-SBK," terangnya.

Menurutnya, dengan telah dijaminnya nilai-nilai ABS-BSK di dalam hukum positif, maka secara resmi nilai-nilai tersebut menjadi pedoman implementasi adat-istiadat.

"ABS-SBK ini merupakan nilai budaya atau karakteristik orang Minang yang religius," ucapnya.

Selain itu, Guspardi Gaus juga sudah memperjuangkan penerapan adat salingka nagari. Menurutnya, setiap nagari yang ada di Sumatera Barat memiliki kekhasan masing-masing seputar adat.

"Untuk itu saya berharap, ninik mamak dapat menjadi ujung tombak dalam penerapan ABS-SBK yang akan menjadi tauladan bagi anak kemenakan," ujarnya.

Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt Parpatiah mengungkapkan, ninik mamak memainkan peran penting dalam penerapan nilai-nilai ABS-SBK. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan peran ninik mamak dalam mewujudkan visi-visi pemerintah daerah.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa ada dukungan ninik mamak, ulama dan tokoh masyarakat.

"Keberadaan ninik mamak sejalan dengan visi untuk menghadirkan Agam yang madani. Untuk mewujudkan visi ini diperlukan dukungan ninik mamak," ujarnya.

Sejauh ini, imbuh dia, ninik mamak khususnya di Lubuk Basung, umumnya di Kabupaten Agam sudah bergerak memberikan dukungan terhadap program-program pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah berterima kasih kepada seluruh ninik mamak, ulama dan tokoh masyarakat atas dukungan yang diberikan, sehingga pemerintahan dapat berjalan dengan baik," ucapnya.

Dia juga mengajak ninik mamak untuk terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal penyelesaian persoalan-persoalan kemasyarakatan.

"Pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya kepada ninik mamak untuk berkomunikasi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat," katanya lagi.

Ditambahkan wabup, tantangan pemerintah dan ninik mamak dewasa ini adalah bagaimana nilai-nilai ABS-SBK dapat berjalan dengan baik. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar