Buya Yahya: Pelajari Ilmu Menata Hati Diri Sendiri

Al Imran | Rabu, 16-11-2022 | 17:19 WIB | 92 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Buya Yahya: Pelajari Ilmu Menata Hati Diri Sendiri<p>

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif bersama Mahyeldi (gubernur Sumbar) saat memberikan tausyiah di Masjid Raya Sumbar, Selasa malam. (humas)

PADANG (15/11/2022) - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif tampak didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi selama memberikan tausyiah di Masjid Raya Sumbar, Selasa malam.

Buya Yahya, demikian beliau karib disapa, dalam tausyiahnya menyampaikan, satu di antara ilmu yang paling penting untuk kehidupan manusia yaitu, ilmu mengenai menata hati diri sendiri.

"Saat ini, ilmu yang penting kita hadirkan yaitu ilmu menata hati. Karena, kita sering dihadapkan dengan permasalahan hati yang menimbulkan permusuhan atau dengki," ungkap Buya Yahya.


Ribuan jamaah baik lingkup ASN dan Non ASN di Pemprov Sumatera Barat maupun masyarakat, tampak hadir memadati Masjid Raya Sumbar, menyerap ilmu dari Tabligh Akbar bersama Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah itu.

Tabligh akbar ini merupakan safari dakwah yang dilakukan Buya Yahya Albahjah di tiga titik di Sumatera Barat, yakni di Masjid Raya Sumbar, Masjid Al Hidayah Sijunjung dan Masjid Istiqlal Muaro Sijunjung.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi pernah mengatakan pada acara tabligh akbar sebelumnya, bahwa acara seperti ini memang cocok untuk dilaksanakan di Mesjid Raya Sumbar. Masyarakat akan mudah mencari lokasi, sehingga potensi orang akan ramai mengikuti jadi lebih besar.

Kedekatan dan jalinan silaturahmi antara Mahyeldi dan Buya Yahya juga sangat terlihat. Bahkan sepanjang acara tabligh akbar dan saat berceramah, Buya Yahya mengajak gubernur turut mendampinginya.

Dikatakan Buya Yahya, nabi rindu pada hamba-hambanya yang penuh cinta. "Hidup dengan penuh cinta, dapat membangun dunia ini untuk melestarikan semesta dengan sebaik-baiknya bukan dengan kebencian, dendam dan hasut," lanjut Buya Yahya.

Kemudian, ia melanjutkan, jika ingin membangun dan menata hati perlu ada dasarnya, yaitu dasar iman kepada Allah serta menyadari bahwa kita adalah umat Nabi Muhammad SAW.

"Untuk menghadirkan rasa kasih sayang di hati manusia, yaitu dengan merenungkan bahwasanya di padang mahsyar nanti, manusia yang hidup dengan cinta, tanpa benci dan dendam itu berkumpul di suatu tempat mendapatkan perlindungan oleh Allah SWT," ungkap dia.

"Oleh sebab itu, kita perlu fokus mendoakan seseorang (yang telah mendzolimi kita) dengan doa kebaikan," tambah Buya Yahya.

Ia berharap dan mendoakan para jemaah yang hadir, tetap jadi orang yang rendah hati dan penuh cinta.

"Semoga pulang dari acara ini, kita semua senantiasa menghilangkan sifat kesombongan," harap Buya Yahya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar