Politisi Nasdem DPRD Sumatera Utara Ajak Milenial Lawan Rasa Malas

Al Imran | Sabtu, 19-11-2022 | 14:14 WIB | 123 klik | Nasional
<p>Politisi Nasdem DPRD Sumatera Utara Ajak Milenial Lawan Rasa Malas<p>

Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumatera Utara, dr Mustafa Kamal Adam foto bersama dengan peserta diskusi publik terkait penyebarluasan ideologi Pancasila di tengah-tengah masyarakat di Medan, Sabtu pagi. (agus arman tanjung)

MEDAN (19/11/2022) - Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumatera Utara, dr Mustafa Kamal Adam mengajak generasi milenial Kota Medan, untuk melawan perasaan malas. Karena, musuh yang paling nyata bagi generasi milenial itu adalah kemalasan itu.

"Memperjuangkan tujuan dan cita-cita yang diinginkan terwujud di masa depan, harus dilakukan dengan semangat pantang menyerah," ungkap dr Mustafa saat memberikan sambutan pada diskusi publik terkait penyebarluasan ideologi Pancasila di tengah-tengah masyarakat di Medan, Sabtu pagi.

Dikatakan anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara ini, di zaman perjuangan kemerdekaan, para pahlawan kita berperang melawan penjajah untuk mewujudkan Indonesia merdeka.


Di eral industri 4.0 sekarang ini, perasaan malas merupakan musuh yang paling nyata. Karena, semua saat ini bisa sangat mudah diperoleh dengan bantuan teknologi informasi.

"Jadi kita harus berperang melawan kemalasan, untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang diharapkan dan diinginkan," tukas dr Mustafa.

Turut hadir sebagai pemateri acara diskusi publik Wawasan Kebangsaan ini, Dekan FISIP Universitas Dharmawangsa, Dr Kariaman Sinaga. Diskusi semakin hangat dengan dihadiri guru-guru dari Yayasan Imelda, Bhabinkamtibmas Medan Kota, Ketua PD IKA BKPRMI Medan, Muhammad Ichwan beserta jajaran.

Dalam paparannya, Dr Kariaman Sinaga mengungkapkan, masyarakat yang terdiri atas institusi non pemerintah yang otonom dan cukup kuat untuk mengimbangi negara, dimana segala komunitas masyarakat luas yang berada diluar struktur penyelenggara negara dengan memiliki mekanisme sendiri untuk penguatan ideologi Pancasila yang tidak lari dari jalurnya atau sering disebut civil society.

Diakhir sesi akhir acara, dilakukan acara foto bersama yang menandakan berakhirnya gelaran diskusi publik tersebut dengan harapan agar penyebarluasan informasi tentang Wawasan Kebangsaan tidak melenceng dari koridornya. (pl3)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar