Cuaca Ekstrem, Nelayan Tiku Tak Bisa Melaut, Harga Ikan Asin Meroket

Al Imran | Sabtu, 19-11-2022 | 20:28 WIB | 599 klik | Kab. Agam
<p>Cuaca Ekstrem, Nelayan Tiku Tak Bisa Melaut, Harga Ikan Asin Meroket<p>

Nelayan Tiku memperbaiki jaring yang akan digunakan. (humas)

AGAM (19/11/2022) - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Tanjung Mutiara, Arman mengungkapkan, cuaca buruk sepekan terakhir, mengakibatkan nelayan Tiku tidak dapat melaut.

"Cuaca ekstrem, memicu terjadinya angin kencang dan hujan lebat. Ini membuat para nelayan, memilih tak menjalankan aktivitasnya melaut, karena resiko yang cukup tinggi," ungkap Arman, Sabtu.

Dijelaskan, lebih dari sepekan aktivitas nelayan di kawasan Tiku lesu. Hal itu disebabkan nelayan di daerah itu tak berani melaut.


"Aktivitas nelayan sejak sepekan terakhir terhenti, karena nelayan tak dapat melaut," ujarnya.

Tersendatnya aktivitas melaut, menyebabkan produksi ikan di kawasan tersebut menurun. Hal ini katanya, mengakibatkan harga ikan turut melambung.

"Dampaknya itu, harga ikan naik, karena nelayan tidak melaut," katanya.

Diketahui, mayoritas nelayan di kawasan Tiku, memanfaatkan payang untuk menebar jaring ke tengah laut, yang sangat beresiko jika para nelayan tetap menjalankan aktivitasnya.

Nelayan pukek tapi di kawasan tersebut, juga tidak berani melaut akibat tingginya ombak di bibir pantai.

Cuaca buruk yang menerjang sebagian kawasan di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Agam sudah berlangsung sejak Jumat pekan lalu, dan diprediksi masih akan terjadi dalam sepekan kedepan.

Harga Ikan Kering Naik

Tak melautnya nelayan, berimbas pada tingginya permintaan terhadap ikan kering. Hal ini kemudian juga memicu kenaikan harga, hingga 20 persen dibanding hari biasanya. Harga jual per masing-masing jenis ikan kering naik kisaran Rp10-20 ribu per kilogram.

Pelaku Usaha Ikan Kering di kawasan Tiku, Rodi Putra mengatakan, kenaikan harga ikan kering di Los Ikan Kering Tiku sudah terjadi sejak tiga hari terakhir.

Ia mensinyalir, kenaikan harga ikan kering tersebut diakibatkan cuaca buruk yang melanda daerah itu sejak sepekan terakhir.

"Kenaikan harga baru tiga hari terakhir, karena sebelumnya nelayan masih punya stok," ujarnya.

Ia merinci, ikan kering jenis Kase, hari biasa dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram, sekarang Rp50 ribu per kilogram. Garunbu Rp45 ribu per kilogram jadi Rp50 ribu per kilogram.

Kemudian, Bada Putiah kisaran Rp60-70 ribu per kilogram. Bada Balang Rp70 ribu per kilogram. Lalu Tete Rp60 per kilogram. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar