Kunker Panja Pangan ke Indramayu

Nevi Zuairina Minta Pemerintah Susun Langkah Taktis Stop Impor Beras

Al Imran | Minggu, 20-11-2022 | 10:39 WIB | 627 klik | Nasional
<p>Nevi Zuairina Minta Pemerintah Susun Langkah Taktis Stop Impor Beras<p>

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina saat Kunker Panja Pangan Komisi VI DPR RI meninjau pembangunan infrastruktur pabrik penggilingan dan pengolahan beras modern di Indramayu, Jumat.

INDRAMAYU (19/11/2022) - Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina menyampaikan, dalam beberapa waktu kedepan, importasi pangan terutama beras mesti dikurangi hingga masuki tahap dihentikan.

"Upaya memperbaiki rantai pasok pangan kita memang terus dilakukan. Tapi wacana importasi pangan negara ini juga masih perlu
jadi sorotan terutama importasi beras," tegas Nevi saat Kunjungan Kerja (Kunker) Panitia Kerja (Panja) Pangan ke Indramayu, Jumat.
Pemerintah, menurut Nevi, masih banyak melakukan feeding informasi yang bertolak belakang. Misalnya, ketika disampaikan data kecukupan pangan seperti neraca beras yang surplus.

"Pada kenyataannya, rencana impor tetap dilakukan," kata Nevi mengkritisi.
Nevi mengatakan, infrastruktur pabrik penggilingan dan pengolahan beras modern mesti dapat dibangun di tengah-tengah sentra produksi beras.


Sehingga, sistem logistik perberasan jadi stabil baik dari sisi distribusi antar kota hingga pada masyarakat konsumen akhir.

Legislator asal Sumatera Barat II ini menguraikan, ada pabrik penggilingan beras yang dibangun di antaranya yakni di Sumatera Selatan dengan kapasitas 100 ton/tahun, Indramayu dengan kapasitas 150 ton/tahun, Subang kapasitas 100 ton/tahun dan Malang dengan kapasitas 100 ton/tahun.

Sehingga, total kapasitas terpasang produksi pabrik penggilingan padi yang dimiliki mencapai 450 ton/tahun.

Politisi PKS ini menegaskan, dengan adanya pabrik-pabrik beras ini, Petani mesti meningkat kesejahteraannya dan konsumen terpenuhi kebutuhan pangan pokoknya.

Upaya menyerap padi milik petani, menurutnya, harus jadi prioritas utama, sehingga penyerapan beras domestik dapat menjadi pemasok cadangan beras pemerintah minimal satu juta ton.

"Kami berharap dengan adanya penyerapan padi yang dilakukan oleh RNI dari petani dapat meningkatkan kesejahteraan petani."

"Bulog memiliki cadangan beras yang cukup, bukan ketersediaan yang bersumber dari impor, melainkan dari para pejuang pangan negara kita, para petani," tutur Nevi Zuairina.

Kunjungan ke Indramayu bersama rombongan Komisi VI DPR ini, dalam rangka meninjau pembangunan infrastruktur pabrik penggilingan dan pengolahan beras modern. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar