Unitas Padang Kenalkan Prodi Magister Agroteknologi, Tamat Tepat Waktu jadi Prioritas

Al Imran | Senin, 21-11-2022 | 18:56 WIB | 129 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Unitas Padang Kenalkan Prodi Magister Agroteknologi, Tamat Tepat Waktu jadi Prioritas<p>

Dekan Fakultas Pertanian Unitas Padang, Dr Milda Ernita dan jajaran, foto bersama usai sosialisasi ke mahasiswa baru di Ruang Haryono, Sabtu.

PADANG (21/11/2022) - Akreditasi Program Studi (Prodi) Magister Agroteknologi Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang berstatus baik, melalui SK BAT PT No: 733/SK/BAN-PT/Akred/M/II/2021. Akreditasi ini berlaku hingga tahun 2026.

"Lokasi kampus berada di seberang Jembatan Bandar Bekali dan lebih mudah terjangkau jika melewati Kawasan Jati masuk ke Jalan Teuku Umar. Jalan Tamansiswa sebagai jalan utama kampus tersebut dan pada jalan tersebut juga berdiri megah kantor PU Sumbar dan Hotel Ibis. Oleh sebab itu, menuju kampus jadi sangat mudah," ungkap Dekan Fakultas Pertanian Unitas, Dr Milda Ernita, Sabtu.

Hal itu dikatakan Dr Milda Ernita pada kegiatan pengenalan Prodi Magister Agroteknologi dan Kampus Universitas Tamansiswa Padang ke mahasiswa baru. Kegiatan digelar di Lantai II Ruang Haryono Kampus Unitas.


Juga hadir, Ketua Prodi Magister Agroteknologi, Dr Jamilah dan Dosen Magister Agroteknologi Universitas Tamansiswa Padang antara lain Dr Sunadi dan Dr Widodo H.

Pada tahun ini, jumlah mahasiswa baru yang diterima sejumlah 13 orang. Lebih banyak dibandingkan penerimaan tahun-tahun sebelumnya. Latar belakang mahasiswa tersebut adalah sarjana S1 dari berbagai program studi di Fakultas Pertanian dan sudah bekerja sebagai Penyuluh Pertanian yang berasal dari berbagai daerah. Antara lain, Agam, Pesisir Selatan dan 1 orang anggota DPRD Pasaman.

"Kendala utama di masa lalu yang membuat kurangnya minat mahasiswa adalah pemdanya masih belum mendapatkan info mengenai status Akreditasi Prodi Magister Agroteknologi. Setelah mereka membuktikan adanya sertifikat akreditasi prodi, maka BKPSDM setempat segera mengeluarkan izin pendidikan mereka," ungkap Dr Jamilah menambahkan.

Prodi Magister Agroteknologi sudah beroperasi sejak 2017. Sekarang, sudah meluluskan 4 orang. Selanjutnya, di tahun 2023, rencana akan meluluskan 5 orang lagi, karena mahasiswanya tengah melaksanakan riset.

Prodi Magister Agroteknologi memiliki visi 'Menjadi Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Seni dan Budaya (IPTEKSB) Berbasis Riset Untuk Mendukung Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Efektivitas Pemanfaatan Lahan Marginal Yang Berkarakter Ketamansiswaan Pada Tahun 2034.'

Kuliah di Prodi Magister Agroteknologi membutuhkan minimal 36 SKS, untuk menamatkan pendidikan. Artinya, mahasiswa bisa menamatkan pendidikan dalam 3 semester, dengan pembagian waktu antara lain; mengambil 15 SKS setiap semester.

Maka, kalau 2 semester mencapai 30 SKS, lalu 6 SKS kemudian diselenggarakan pada semester 3, meliputi; kegiatan Kolokium, Seminar Hasil dan Penelitian serta Penulisan Tesis.

Kegiatan belajar tersebut bukan hanya nantinya di dalam kelas, juga akan dilengkapi dengan kegiatan fieldtrip sesuai dengan mata kuliah yang berhubungan dengan kegiatan tersebut, sebagai bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Harapan mahasiswa bahwa selama mengikuti pendidikan di Prodi Magister Agroteknologi, sejak semester 1 sudah mendapatkan pembimbing akademik (PA) dan selanjutnya PA tersebut bisa menjadi ketua komisi pembimbing tesis.

Tujuannya adalah agar mahasiswa bisa menamatkan tepat waktu, dan sejak semester 1 sudah dapat berdiskusi dengan PA mengenai topik tesis yang akan dikerjakan.

"Di sini, tidak ada orang yang tidak kuliah lalu tetiba saja mendapatkan ijazah dan gelar. Setiap kegiatan pembelajaran tetap dilaporkan ke pangkalan data pendidikan tinggi (PD DIKTI) dan diawasi oleh lembaga penjaminan mutu internal (LPMI) Unitas Padang," ungkap Dr Jamilah.

"Walaupun hingga saat ini SPP Prodi Magister masih terbilang murah, namun tidak murahan, karena kualitas yang baik antara lain; dibuktikan dari dosen pengajar bergelar doktor dan professor, yang selalu mendapat hibah penelitian dan kegiatan pengabdian yang bersifat kompetitif nasional dari Kemdikbud Dikti." (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar