Mahyeldi Persentasikan Inovasi di Sumbar pada Ajang IGA 2022

Al Imran | Selasa, 22-11-2022 | 17:25 WIB | 244 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mahyeldi Persentasikan Inovasi di Sumbar pada Ajang IGA 2022<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi paparkan inovasi yang telah dilakukan pada penilaian presentasi kepala daerah terinovatif yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemendagri. (humas)

JAKARTA (21/11/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengungkapkan, presentasi kepala daerah dalam Innovative Government Award (IGA) 2022, tak lepas dari upaya memotivasi daerah untuk terus berinovasi.

"Iven IGA ini, tentunya akan mendorong seluruh OPD untuk terus berinovasi. Oleh karena itu, kita di Provinsi Sumatera Barat, setiap OPD minimal merancang 4 inovasi per tahun. Ini jadi komitmen dengan kepala OPD. Dengan banyaknya inovasi dan hadirnya inovasi baru, tentu ini akan bisa menghadirkan manfaat bagi masyarakat," ungkap Mahyeldi usai penilaian, Senin.

Diketahui, pelaksanaan IGA 2022 telah memasuki babak penilaian presentasi kepala daerah terinovatif. Penilaian IGA ini diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Presentasi tersebut diikuti Mahyeldi, sebagai salah seorang nominator penerima penghargaan IGA Tahun 2022 untuk klaster provinsi. Penilaian dilaksanakan secara daring dan luring dari Ruang Sidang Utama (RSU) Kemendagri.

Di hadapan tim juri yang berasal dari kementerian, lembaga, universitas, LSM, dan perwakilan media, Mahyeldi memaparkan sejumlah inovasi yang jadi unggulan daerah.

Selain Sumbar, enam provinsi lain yang terpilih sebagai nominator IGA 2022 adalah Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Jawa Barat dan Provinsi Bali.

Ditemui usai presentasi, Mahyeldi mengungkapkan, melalui inovasi yang dihadirkan akan memberikan kebaikan untuk masyarakat. Terlepas dari itu semua, mereka harus tahu situasi dan kondisi di lapangan. Inovasi ini mendorong OPD untuk melihat kehidupan nyata pada masyarakat, sehingga nantinya dilahirkan inovasi yang mampu menjawab semua permasalahan.

"Memudahkan masyarakat, akan mengurangi cost pemerintah daerah, akan meningkatkan pendapatan, memperpendek jarak kemudian waktu dan kemudian mengurangi pembiayaan masyarakat. Pada intinya, inovasi ini harus memberikan kemudahan pada masyarakat sekaligus menjawab permasalahan yang ada dimasyarakat," tutur Mahyeldi.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo mengungkapkan, penilaian IGA ini dilaksanakan dalam 4 tahapan. Hal itu meliputi tahap penjaringan, pengukuran, presentasi kepala daerah dan peninjauan lapangan. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar