Dialog Keselamatan Ketenagalistrikan, Kadiskominfo Sumut: Tiang Listrik Banyak Merusak Estitika

Al Imran | Selasa, 22-11-2022 | 22:21 WIB | 69 klik | Nasional
<p>Dialog Keselamatan Ketenagalistrikan, Kadiskominfo Sumut: Tiang Listrik Banyak Merusak Estitika<p>

Kadis Kominfo Sumut, Ilyas Sitorus jadi narasumber Dialog Multi Stakeholder Forum tentang Keselamatan Ketenagalistrikan oleh PLN UID Sumut di Medan, Senin. (humas)

MEDAN (21/11/2022) - Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Utara, Ilyas Sitorus meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, untuk terus melakukan edukasi pada masyarakat dan pelaku bisnis. Terutama tentang pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

"PLN mesti terus mengedukasi masyarakat dan pelaku bisnis terutama mengenai instalasi listrik. Sangat penting menggunakan pihak jasa ketiga yang telah bersertifikasi, agar memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan," ungkap Ilyas saat jadi narasumber Dialog Multi Stakeholder Forum tentang Keselamatan Ketenagalistrikan oleh PLN UID Sumut di Medan, Senin.

Hadir dalam diskusi ini, General Manager PLN UID Sumut, Tommy Bellamy, perwakilan Forkopimda Sumut, Asosiasi Kontraktor Tenaga Listrik, Biro K3 PLN UID Sumut, Dinas Tenaga Kerja Sumut, serta peserta forum lainnya.


Dikatkaan Ilyas, saat ini kebutuhan listrik terus meningkat, maka diperlukan regulasi keselamatan ketenagalistrikan yang cukup mendukung. Agar potensi bahaya dapat dihindarkan. Di antaranya adalah penerapan UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

"Listrik ibarat air dan api, satu sisi bermanfaat dan dibutuhkan, sisi lain ada potensi bahaya jika pemanfaatannya tidak benar, bisa terjadi risiko kebakaran. Makanya kita perlu adanya sosialiasi bagaimana penerapan UU ini agar dapat dipatuhi," katanya.

Beberapa laporan yang diterima Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Kominfo di antaranya adalah pemasangan tiang listrik di jalan raya yang dapat membahayakan masyarakat. Selanjutnya, tiang fiber optik yang terpancang sangat semrawut di pinggir jalan dan depan rumah warga.

"Untuk tiang fiber optik, untuk jaringan internet ini, walaupun tidak ada aliran listrik, namun tiang yang terpancang di jalanan dan rumah warga, sudah seperti batang bambu. Dalam satu lokasi ada 14 tiang. Ini sangat mengganggu dan juga merusak estetika kota," ucap Ilyas Sitorus.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut, Tommy Bellamy mengatakan, dari data statistik kecelakaan masyarakat umum pada tahun 2021, total korban yang diakibatkan kecelakaan ketenagalistrikan sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal, 10 orang luka berat dan empat orang luka ringan.

Saat ini kondisi pelanggan PLN di Sumut mayoritas adalah konsumen rumah tangga, yang mencapai 4 juta pelanggan di luar pelaku industri dan bisnis yang berjumlah lebih kecil.

"Secara proses pasang, industri dinilai cukup besar dengan daya terpasang mencapai 26%, dibanding untuk rumah tangga mencapai 50%. Relatif lebih banyak rumah tangga di Sumut," katanya.

Selain itu, disampaikan juga, beban puncak konsumsi listrik di Sumut adalah sebesar 2.084 Mega Watt (MW) dan PLN sendiri dapat memasok daya sebesar 2.700 MW. (pl2)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar