PT Martel Tawarkan KWT Mandeh jadi Konservasi Lumba-lumba, Ini Respon Wagub Sumbar

Al Imran | Rabu, 23-11-2022 | 12:04 WIB | 190 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>PT Martel Tawarkan KWT Mandeh jadi Konservasi Lumba-lumba, Ini Respon Wagub Sumbar<p>

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Dedi Sjahrir Panigoro (Founder PT Martel) usai pemaparan rencana konservasi Lumba-lumba di KWT Mandeh, Selasa. (humas)

PADANG (22/11/2022) - PT Meta Archipelago Hotels (PT Martel) tertarik menjadikan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh sebagai daerah Konservasi Lumba-lumba. Rencana ini makin melengkapi potensi KWT Mandeh yang dikenal juga sebagai Surga dari Sumatera Barat (Paradise from West Sumatera).

"Keindahan alam yang sudah ada ini, akan semakin diperkaya dengan pembangunan atraksi yang mampu mengoptimalkan daya tarik yang ada. Salah satunya, yaitu dengan rencana pembangunan konservasi Lumba-lumba di Mandeh, mengingat perairan di kawasan ini masih terbentang luas untuk dikembangkan dengan terobosan yang menarik," ungkap Founder PT Meta Archipelago Hotels (PT Martel), Dedi Sjahrir Panigoro di Padang, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Sjahrir Panigoro saat berdialog dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Luhur Budianda dan Kepala Biro Perekonomian, Ria Wijayanti, di kantor gubernur Sumbar.


Konservasi Lumba-lumba ini merupakan ide yang digagas Dedi Sjahrir Panigoro selaku Founder PT Martel. Menurutnya, pengembangan Kawasan Wisata Mandeh perlu mendapat dukungan dari pengembang, guna mengoptimalkan daya tarik objek wisata.

Ditambah lagi, konservasi tentu tidak luput dari atraksi dan edukasi sebagai nilai tambah dalam pengembangan objek wisata.

"Konservasi Lumba-lumba ini sebaiknya kita buat di tengah laut. Sedangkan atraksi serta edukasinya di darat. Jadi, wisatawan bisa melihat potensi kekayaan alam Sumatera Barat baik di laut maupun di darat," jelas Firdaus HB yang mewakili PT Martel dalam pemaparan Plan Project Konservasi tersebut.

Mandeh masih Under Rated

Kawasan Wisata Mandeh merupakan destinasi andalan Sumatera Barat yang memiliki banyak potensi pariwisata. Mulai dari pantai, pulau, hutan mangrove, perbukitan maupun air terjun. Panorama pantai dan bawah laut Mandeh yang memukau, juga membuat kawasan ini memiliki keunggulan lebih banyak lagi.

"Kawasan Wisata Mandeh perlu dihangatkan kembali dengan menggaet pengembang. Mandeh masih jadi under expose, under rated, sehingga perlu dihangatkan kembali," ungkap Wagub Sumbar, Audy Joinaldy usai pemaparan.

Menurut dia, konservasi lumba-lumba yang digagas PT Martel ini, bisa jadi daya tarik baru bagi wisatawan baik nasional maupun internasional.

"Di bawah laut Mandeh, terdapat bangkai kapal MV Boeloengan Nederland, yang tenggelam pada 1942. Titik ini sudah jadi salah satu spot favorit wisata diving," ungkap Audy.

"Selain bangkai kapal yang sebagian sudah ditutupi terumbu karang, MV Boelongan juga telah jadi bagian dari habitat biota laut di Kawasan Mandeh," tambah dia.

"Nah, semua potensi itu, kita juga bisa kenalkan lagi lewat konservasi. Kapal tenggelam di wilayah Mandeh, MV Boelongan, tempat biota laut yang jadi favoritnya orang diving. Saya harap konservasi lumba-lumba ini bisa segera terealisasi," tutup Audy.

Menurut Audy, rebranding KWT Mandeh ini jadi hal yang patut diutamakan Pemprov Sumatera Barat. Mulai dari pengembangan, juga terobosan yang perlu segera diinisiasi, mengingat besarnya potensi pariwisata yang dapat dioptimalkan. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar